- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
.jpg)
Mantan Lurah Sekip Hilir Rozali Noor Rohman saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pematang Reba
Inhu, VokalOnline.Com - Dugaan penggunaan massa bayaran perkebunan PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP), diungkapkan mantan Lurah Sekip Hilir Rojali Noor Rohman yang pernah menjadi bagian dari Forum Tiga Desa Satu Kelurahan.
Menurut Rozali, forum tersebut dibentuk sejak Januari 2026 dan beranggotakan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga dari Desa Sungai Raya, Desa Paya Rumbai, Desa Talang Jerinjing, dan Kelurahan Sekip Hilir.
Rojali bercerita, para anggota forum menerima honor sebesar Rp1,5 juta per bulan, sementara masyarakat yang dikerahkan dalam setiap kegiatan lapangan disebut memperoleh bayaran Rp150 ribu per orang.
"Awalnya honor dibayar tunai oleh orang suruhan perusahaan sebesar Rp1,5 juta per orang setiap bulan. Setelah itu pembayaran ditransfer melalui Supri Handayani alias Ando. Sementara massa yang diajak turun ke lapangan dibayar Rp150 ribu per orang," ujar Rozali kepada wartawan di Pematang Reba, Rabu (29/7/2026) malam.
Rozali mengaku terakhir menerima honor pada Januari 2026. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Lurah Sekip Hilir, posisinya di forum disebut digantikan oleh pejabat lurah yang baru.
Rojaki menyebut, forum yang dibuat menggalang masa untuk membantu PT SBP tersebut dikoordinatori oleh Zaudi Alamsyah, warga Desa Paya Rumbai. Sementara Supri Handayani, yang disebutnya merupakan Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri, disebut berperan dalam mekanisme penyaluran honor kepada anggota forum. Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan.
Selain itu, Rozali juga menyebut sejumlah pejabat dan tokoh yang menurutnya tergabung dalam forum, di antaranya Kepala Desa Paya Rumbai Muksin, Penjabat Sekretaris Desa Talang Jerinjing Sarman, Kepala Desa Sungai Raya Erwanto, serta sekitar 16 anggota lainnya.
Menurut pengakuannya, forum tersebut tidak hanya bertugas memberikan dukungan kepada PT SBP dalam konflik lahan, tetapi juga diduga mengoordinasikan pengerahan massa bayaran saat terjadi aksi di lapangan.
"Honor mereka sampai sekarang masih berjalan. Kalau saya sudah tidak lagi karena sudah tidak menjabat lurah," ungkapnya.
Rozali menegaskan dirinya siap membuka informasi yang diketahuinya terkait dugaan praktik tersebut.
"Saya bersedia membongkar permainan yang saya ketahui terkait PT SBP yang memanfaatkan masyarakat dengan memberikan bayaran untuk kepentingan perusahaan," tegasnya.
Dicerutakanya juga, menyebut sejumlah nama lain yang menurut pengakuannya menjadi anggota forum, di antaranya Edi Alius, Puji Hendrawan, Jumari, Sudirman, Sahrianto, R. Radi, H. Ridwan, Supriyanto, Maspar, Nasrizal, dan Risky Arwi Putra. Mereka disebut menerima honor sebesar Rp1,5 juta per bulan sejak Januari hingga Juli 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kordinator penggalang masa bayaran PT Sinar Belilas Perkasa (PT SBP), Zaudi Alamsyah, Supri Handayani, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan dan pengakuan yang disampaikan Rozali Noor Rahmat. **tIND/Tim
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









