- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Harga Gas Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi Akibat Rusia-Ukraina

Harga gas alam Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi pada Senin (7/3) akibat dipicu kekhawatiran pasar atas rencana AS larang impor minyak Rusia. Ilustrasi. (Dok. PGN).
Jakarta, VokalOnline.Com - Harga gas alam Eropa dan Inggris melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Senin (7/3). Kenaikan dipicu kekhawatiran pasar atas pernyataan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang akan memberlakukan embargo impor minyak mentah Rusia.
Gas Eropa acuan TTF Belanda meroket lebih dari 60 persen dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 345 euro per megawatt jam dan gas Inggris mencapai puncak sepanjang masa seharga 800 pence atau setara US$10,55 per therm.
Sementara, minyak mentah Brent North Sea melonjak mendekati US$140 per barel dan mendekati level tertinggi 14 tahun. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Gedung Putih dan sekutunya sedang dalam pembicaraan tentang pelarangan impor minyak dari Rusia menyusul invasinya ke Ukraina.
"Ledakan harga telah dipicu oleh fakta bahwa Barat sedang mempertimbangkan untuk melarang impor minyak Rusia sebagai tanggapan atas perang di Ukraina. Ada spekulasi bahwa Eropa mungkin memutuskan sendiri untuk menghentikan impor gas Rusia. Sejauh ini, gas masih mengalir normal," kata Analis Commerzbank Carsten Fritsch seperti dikutip dari AFP, Senin (7/3).
Seperti diketahui, Rusia merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia dan juga merupakan pemasok utama gas alam.**vol/jn
Berita Terkait :
- Aksi Mahasiswa soal Minyak Goreng Langka di Makassar Berujung Ricuh0
- Petani Nanas Siak Diajari Kembangkan Produk dan Pemasaran0
- Gubernur Syamsuar Tawarkan Ikan Patin ke Arab Saudi0
- Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!0
- Masuk Arab Saudi Tak Perlu Karantina dan PCR0
_Black11.png)









