- Aksi Panen Ilegal Nasrun Sitepu dan Kani di Kebun Agrinas Berlanjut, Perusahaan Kembali Tempuh Jalur
- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
Jadi Pemimpin Apel di SMAN 02 Dumai, Gubri Syamsuar: Selamatkan Anak dari Pengaruh Negatif Gadget

DUMAI, VokalOnline.Com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyempatkan diri menjadi pemimpin apel di SMAN 02 Dumai pada Jum'at (27/01/2023) pagi.
Orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu memberi semangat, motivasi serta peringatan di depan ribuan siswa dan para guru.
Poin utama yang disampaikan Gubri adalah mengingatkan para siswa akan pengaruh negatif gadget atau hand phone.
Sejak Covid-19 mewabah, ketergantungan siswa terhadap gadget semakin meningkat, karena pembelajaran lebih banyak dilakukan secara virtual/online.
Namun gadget tidak sekedar memberi kemudahan. Banyak juga pengaruh atau efek negatifnya.
"Saya banyak dapat laporan. Anak-anak kita akibat pengaruh handphone jadi malas belajar. Kurang rasa kepedulian, bahkan berani melawan kepada guru," ungkap Gubri.
Tidak itu saja, banyak juga anak didik yang memanfaatkan gadget untuk melihat, menonton atau mem-brosing sesuatu yang belum sesuai umurnya.
"Kalau anak didik sudah malas-malasan, ngantuk di kelas, sama guru melawan, segera cek HP-nya. Jangan dibiarkan," tegas Gubri mengingatkan.
Gubri Syamsuar mengajak para guru untuk perhatian terhadap perilaku murid. "Karena kita sayang sama anak-anak kita. Begitu juga para murid harus hormat sama guru," katanya.
Di sisi lain, Gubri juga mengingatkan semua pihak, terutama orang tua murid untuk tidak meng-kriminalisasi para guru yang dalam mendidik mungkin agak keras.
"Guru marah sama murid itu karena sayang. Jangan karena mungkin guru kasih hukuman agak keras, orang tua lapor polisi, bawa pengacara. Itu juga tak baik," katanya lagi.
Gubri Syamsuar juga mengingatkan pentingnya skill atau keahlian. Jika tak punya keahlian, maka anak Riau hanya akan jadi penonton di kampungnya sendiri.
"Rajinlah belajar. Gunakan teknologi digital ini untuk hal-hal yang positif, karena kalian lah pemimpin-pemimpin Riau di masa mendatang," pungkas Gubri.
Berita Terkait :
- RAPP Dukung Pemprov Wujudkan Pembangunan Rendah Karbon0
- Pj Wako Tunjuk Idrus Sebagai Plt Sekretaris DPRD Pekanbaru0
- DPRD Riau Berang Pimpinan Pertamina Hulu Rokan Tak Hadiri RDP0
- Rumah Dinas Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Ikut Terendam0
- Diundang Jadi Narasumber,Tengku Nasri Siapkan Makalah Peran SSQ II Awal Kemerdekaan RI0
_Black11.png)









