- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
Jens Stoltenberg, Minta Rusia Berhenti Mengirim Pasukan Ke Perbatasan Ukraina

Jens-Stoltenberg/anadolu
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (), Jens Stoltenberg, meminta berhenti mengirim pasukan ke perbatasan untuk menghindari peperangan antara kedua negara."Dalam beberapa pekan ini Rusia mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan Ukraina, yang merupakan pengerahan pasukan dalam jumlah terbesar sejak mencaplok Krimea pada 2014," kata Stoltenberg usai dalam jumpa pers di Brussels, Belgia, seperti dilansir , Rabu (14/4)."Rusia harus segera menghentikan mengerahkan pasukan di perbatasan Ukraina dan berhenti melakukan provokasi dan meredam ketegangan secepatnya," ujar mantan Perdana Menteri Norwegia itu.Stoltenberg juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, dan Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba. Ketiganya membahas soal ketegangan di kawasan perbatasan Ukraina akibat pengerahan pasukan Rusia.Terkait usulan untuk memasukkan Ukraina sebagai anggota NATO, Stoltenberg menyatakan keputusan akhir ada di tangan seluruh negara anggota.
Berita Terkait :
- China Kerahkan 10 Jet Tempur dan Bomber Untuk Kepung Taiwan0
- Erdogan Menyatakan Lanjut Bangun Terusan Istanbul0
- Tentara Myanmar Serbu Markas Pedemo, 8 Orang Tewas0
- Kedutaan Myanmar di Inggris Digembok0
- AS Beri Dana Rp3,4 T Untuk Bantu Palestina0
_Black11.png)









