- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
- Donor Darah ke-75, KDD Riau Komplek Perkuat Tradisi Kemanusiaan Selama Dua Dekade
- Agrinas Serahkan Puluhan Hewan Kurban, Perkuat Hubungan Sosial di Wilayah Kebun Sawit
- Bripka Erwin Berdiskusi dan Bercengkrama, Menjaga Ketahanan Pangan Desa
- POC Indonesia Chapter Riau Resmi Dikukuhkan, Davidcy Terpilih sebagai Ketua
- Beasiswa Vokasi Berkurang, DPR Minta Pemerintah Kembalikan Prioritas Pendidikan Terampil
- Luncur Buku Karya Dodi Irawan, Satupena Riau Dukung Lahirnya Karya Penulis Muda Riau
- Pemkab Kepulauan Meranti Apresiasi Bantuan 13 Ekor Sapi Kurban dari PT Timah
- P4 Pekanbaru Turun ke Lapangan Beri Edukasi ke Jukir Semua Zona Pekanbaru
Jokowi soal Harga Telur Ayam: 2 Minggu Lagi Akan Turun

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga telur akan turun dalam dua pekan ke depan. Diketahui saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram.
"Nanti ini dua minggu ini Insya Allah akan turun," kata Jokowi di Pasar Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/8).
Jokowi mengatakan kenaikan harga telur itu salah satunya dikarenakan harga pakan ternak yang juga naik.
"Karena memang pakan ternak yang naik, yang kedua ini fluktuasi biasa," ucapnya.
Diketahui, saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan harga telur ayam tercatat tertinggi dalam sejarah atau lima tahun terakhir.
"Persoalan telur ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dari Rp27 ribu per kg menuju Rp29 ribu, ke Rp30 ribu bahkan sekarang sampai ke Rp32 ribu per kg, Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja," kata Abdullah beberapa waktu lalu.
Sementara, harga bahan pokok lain dikatakan harganya stabil. Misalnya minya goreng yang sebelumnya pernah jadi polemik, harganya turun dan bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). **Fira
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Jadi BRK Syariah, Ini Tiga Poin Arahan Wapres RI0
- KOKESRA Terbentuk, Tiada Pilihan Bagi Umat Islam Kecuali Ekonomi Syariah0
- Danramil 02 Herdianto Menghadiri Panen Raya Melon dan Labu di Desa Jalur Patah0
- Ketua BKMT Muslimawati Catur Buka Pelatihan Pembuatan Kue Bakery0
- Kapolsek dan Anggota Kunjungi Rumah Warga dan Beri Bantuan Sembako 0
_Black11.png)









