- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
Jokowi soal Harga Telur Ayam: 2 Minggu Lagi Akan Turun

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga telur akan turun dalam dua pekan ke depan. Diketahui saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram.
"Nanti ini dua minggu ini Insya Allah akan turun," kata Jokowi di Pasar Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/8).
Jokowi mengatakan kenaikan harga telur itu salah satunya dikarenakan harga pakan ternak yang juga naik.
"Karena memang pakan ternak yang naik, yang kedua ini fluktuasi biasa," ucapnya.
Diketahui, saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan harga telur ayam tercatat tertinggi dalam sejarah atau lima tahun terakhir.
"Persoalan telur ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dari Rp27 ribu per kg menuju Rp29 ribu, ke Rp30 ribu bahkan sekarang sampai ke Rp32 ribu per kg, Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja," kata Abdullah beberapa waktu lalu.
Sementara, harga bahan pokok lain dikatakan harganya stabil. Misalnya minya goreng yang sebelumnya pernah jadi polemik, harganya turun dan bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). **Fira
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Jadi BRK Syariah, Ini Tiga Poin Arahan Wapres RI0
- KOKESRA Terbentuk, Tiada Pilihan Bagi Umat Islam Kecuali Ekonomi Syariah0
- Danramil 02 Herdianto Menghadiri Panen Raya Melon dan Labu di Desa Jalur Patah0
- Ketua BKMT Muslimawati Catur Buka Pelatihan Pembuatan Kue Bakery0
- Kapolsek dan Anggota Kunjungi Rumah Warga dan Beri Bantuan Sembako 0
_Black11.png)









