- BPJS Kesehatan Hadirkan VIOLA dan BPJS Keliling untuk Permudah Layanan JKN di Wilayah 3T
- Ribuan Bibit Aren Mulai Ditanam, Pemkab Pelalawan Dorong Ekonomi Berkelanjutan
- Diduga Aktivitas PETI Sungai Paku Singingi Hilir Kebal Hukum
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Konektivitas Wilayah, Jembatan Garuda Capai Tahap Strategis
- Kasus Kadishub Siak, Pemkab Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Normal
- Polsek Keritang Turun ke Lahan: Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lintas Utara
- Keluarga Besar PKDP Inhil Sepakat Tunjuk Diki Nofriadi Jadi Ketua
- Bhabinkamtibmas Teluk Pinang Bripka Arif Cek Kebun Cabe Rawit, Polri Dukung Ketahanan Pangan Warga
- Bhabinkamtibmas Sungai Iliran Gas Pol Dukung Swasembada Pangan
Jokowi soal Harga Telur Ayam: 2 Minggu Lagi Akan Turun

Jakarta, VokalOnline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga telur akan turun dalam dua pekan ke depan. Diketahui saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram.
"Nanti ini dua minggu ini Insya Allah akan turun," kata Jokowi di Pasar Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/8).
Jokowi mengatakan kenaikan harga telur itu salah satunya dikarenakan harga pakan ternak yang juga naik.
"Karena memang pakan ternak yang naik, yang kedua ini fluktuasi biasa," ucapnya.
Diketahui, saat ini harga telur di pasaran tembus lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan harga telur ayam tercatat tertinggi dalam sejarah atau lima tahun terakhir.
"Persoalan telur ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dari Rp27 ribu per kg menuju Rp29 ribu, ke Rp30 ribu bahkan sekarang sampai ke Rp32 ribu per kg, Menurut kami ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir kementerian perdagangan bekerja," kata Abdullah beberapa waktu lalu.
Sementara, harga bahan pokok lain dikatakan harganya stabil. Misalnya minya goreng yang sebelumnya pernah jadi polemik, harganya turun dan bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). **Fira
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Jadi BRK Syariah, Ini Tiga Poin Arahan Wapres RI0
- KOKESRA Terbentuk, Tiada Pilihan Bagi Umat Islam Kecuali Ekonomi Syariah0
- Danramil 02 Herdianto Menghadiri Panen Raya Melon dan Labu di Desa Jalur Patah0
- Ketua BKMT Muslimawati Catur Buka Pelatihan Pembuatan Kue Bakery0
- Kapolsek dan Anggota Kunjungi Rumah Warga dan Beri Bantuan Sembako 0
_Black11.png)









