- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Kades di Tangerang Gelar Pesta Sabu Bareng Warga Balaraja

ilustrasi penangkapan/VONIS.ID
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- NA (52), salah satu kepala desa di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, tertangkap basah menggelar pesta narkoba bersama lima warga di sebuah rumah kontrakan pada Jumat (19/3).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menuturkan NA ditangkap bersama kelima rekannya masing-masing berinisial JS, HR, MH, AN, dan SS.
"Dalam penggerebekan itu kita amankan 6 orang tersangka yakni NA, JS, HR, MH, AN, SS," kata Wahyu dalam keterangannya, Rabu (30/3).
Dalam penangkapan tersebut, Wahyu menyebut pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa satu paket alat hisap sabu atau bong yang dibuat dari botol bekas air zam-zam, korek api modifikasi, dua unit ponsel, dan pipa kaca berisi sabu sisa pakai seberat 1,05 gram.
Dari hasil pengembangan, kepolisian menangkap satu tersangka lain berinisial AND alias Jayong, yang merupakan pemasok narkoba jenis sabu kepada NA dan kelima rekannya.
Wahyu mengatakan, atas perbuatannya NA, Kades yang telah menjabat selama dua periode itu akan dijerat pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Narkotika No. 35 Tahun 2009.
"Ancaman hukuman 5-20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi meminta kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Dia juga meminta masyarakat terlibat aktif mengawasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
Kata Edy, masyarakat bisa melaporkan kepada petugas bila mendapati penyalahgunaan narkoba oleh masyarakat.
"Mengawasi prilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang rawan digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba," kata Edy di kesempatan yang sama.
(thr/arh)
Berita Terkait :
- Pendaftaran UTBK SBMPTN Akan Ditutup Hari Ini Pukul 15.00 WIB0
- TPU Ambon Longsor,Jenazah Hanyut0
- Usai Diserang Mabes Polri Dijaga Ketat,Anjing K9 Diterjunkan0
- Diterjang Angin Kencang 73 Gardu Listrik di Samosir Rusak0
- Kutub Utara Menjadi Lokasi Latihan Perang Rusia0
_Black11.png)









