- Berbeda Peran, Satu Tujuan: PDC Jalin Silaturahmi dengan Koneksi Riau
- Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
- PLN Terus Memantau Kondisi Sistem Kelistrikan Sumatra
- Petani Hadang Alat Berat PT SBP, Konflik Agraria di Inhu Nyaris Makan Korban Lagi
- Pisah Sambut Kapolres Indragiri Hilir, Komitmen Perkuat Sinergi dan Pelayanan kepada Masyarakat
- Dua Kelompok Pendukung Anggota DPRD Riau Baku Hantam di Gedung DPRD, Lobi Sempat Mencekam
- Argentina Taklukkan Inggris 2-1, Melaju ke Final Piala Dunia 2026
- Kodam XIX Pastikan Kesiapan Pengamanan Kunjungan Kerja Wapres di Provinsi Riau
- Plt. Kadis Kominfo : PPID Permudah Masyarakat Peroleh Informasi Publik Resmi
- KLH/BPLH Dorong Kolaborasi Berbagi Air untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Riau
Berbeda Peran, Satu Tujuan: PDC Jalin Silaturahmi dengan Koneksi Riau

PEKANBARU – Malam itu di Pairing Coffee, Jalan Jenderal Sudirman, tidak ada meja rapat yang kaku. Tidak ada podium yang berjarak. Yang ada hanya secangkir kopi, tawa ringan, dan obrolan dari hati ke hati.
Kamis, 16 Juli 2026. PT Patra Drilling Contractor atau PDC memilih cara yang sederhana untuk mendekat. Bukan lewat rilis kaku, tapi lewat silaturahmi. Bertemu langsung dengan Komunitas Jurnalis Energi Nasional, Koneksi, Provinsi Riau.
Karena PDC tahu, sebesar apapun kerja di hulu migas, cerita itu harus sampai ke rakyat. Dan yang menjembatani cerita itu adalah insan pers.
Dalam suasana hangat itu, Harun, Jr. Analyst CSR dan Stakeholder PDC, bersama M. Hasbi Al Qusyairi, Admin Area FLS, membuka lembaran tentang siapa PDC sebenarnya.
Dengan bahasa yang sederhana Harun bercerita. Ia mengibaratkan silsilah panjang di keluarga besar Pertamina. Jika PT Pertamina Hulu Energi adalah kakek buyut yang menjaga wilayah kerja, dan PDSI adalah kakek yang menjalankan pengeboran utama, maka PDC adalah cicit yang tumbuh untuk menopang.
"Kami mungkin bukan di garis depan pengeboran. Tapi kami ada di balik layar yang memastikan roda itu terus berputar. Kami menyediakan layanan penunjang, dari catering dan housekeeping, tenaga kerja, logistik, transportasi, hingga infrastruktur. Semua kami lakukan agar operasi hulu migas di wilayah kerja PHE bisa berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat untuk negeri ini," ujar Harun.
Kalimat itu sederhana. Tapi di dalamnya ada semangat pengabdian. Semangat bahwa setiap peran, sekecil apapun, punya arti bagi kemandirian energi Indonesia.
Ketua Koneksi Riau, Hari Jummaulana, menyambut dengan tangan terbuka. Bagi para jurnalis, pertemuan ini bukan sekadar makan malam. Ini adalah jembatan.
"Kami sangat menyambut baik silaturahmi ini. Energi adalah urat nadi bangsa. Dan untuk menceritakannya dengan benar, kami butuh pintu yang terbuka. Harapan kami, ke depan PDC dan Koneksi bisa berkolaborasi. Menyajikan berita yang edukatif, akurat, dan berimbang. Baik soal aktivitas bisnis, maupun program CSR yang menyentuh langsung masyarakat Riau," ungkap Hari.
Di antara gelas kopi yang mulai dingin, lahirlah sebuah kesepahaman. Bahwa perusahaan energi dan media punya tugas yang sama. Menjaga agar informasi mengalir, agar masyarakat paham, dan agar pembangunan berjalan dengan terang.
Diskusi mengalir. Tanya jawab menghangat. Ditutup dengan foto bersama. Bukan sekadar dokumentasi, tapi bukti bahwa malam itu, di Pekanbaru, telah lahir sebuah komitmen.
Komitmen bahwa menjaga energi negeri tidak bisa sendiri. Butuh tangan-tangan di lapangan, butuh juga pena-pena yang menceritakan.
Berbeda peran, berbeda cara kerja. PDC di sumur-sumur dan base camp. Koneksi di redaksi dan lapangan berita. Tapi tujuannya satu: untuk Indonesia yang berdaya, berdikari, dan berkeadilan energi.
Dari Pairing Coffee malam itu, tersebar pesan. Bahwa sinergi dimulai dari duduk bersama. Dan dari duduk bersama, lahirlah harapan besar untuk negeri.(*)
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)









