- Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Demi Kelancaran Akses Warga
- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
KLH/BPLH Dorong Kolaborasi Berbagi Air untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Riau

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat saat berkunjung ke kawasan operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Riau.
PELALAWAN, VokalOnline.Com - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui tata kelola air yang inklusif dan berbasis sains. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, meninjau langsung sistem berbagi air (water sharing) dan pemantauan emisi di area operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Menteri Jumhur menegaskan bahwa pencegahan karhutla memerlukan pendekatan kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada kawasan konsesi, tetapi juga menjangkau wilayah masyarakat di sekitarnya.
“Kita melihat mitigasi bencana kebakaran lahan, kolaborasi antara korporasi dengan masyarakat. Dan hari ini kita melihat juga bagaimana water management atau tata kelola air, untuk memastikan gambut-gambut atau lahan gambut ini terairi tidak hanya pada kawasan konsesi, tetapi juga pada kawasan masyarakat. Itu yang terjadi,” ujar Menteri Jumhur.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Jumhur melihat langsung sistem pengelolaan tata air gambut yang dilakukan melalui pembagian zona berdasarkan keseragaman elevasi lahan. Infrastruktur hidrologi seperti pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal serta pemantauan tinggi muka air terus disempurnakan untuk menjaga kondisi gambut tetap basah, sehingga risiko karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, KLH/BPLH juga memberikan perhatian pada pentingnya keterbukaan data ilmiah dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Di lokasi, Menteri Jumhur meninjau operasional menara pemantauan gas rumah kaca (GRK) yang mengukur laju aliran karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) secara waktu nyata (real-time). Data hidrologi dan emisi tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan strategi pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
Menteri Jumhur menilai praktik yang diterapkan APRIL Group dapat menjadi contoh yang baik bagi industri lain dalam mengelola kawasan gambut dan memantau emisi secara berbasis data. Ia menekankan bahwa pengelolaan gambut tropis di Indonesia perlu terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah yang didukung oleh kolaborasi berbagai pihak.
“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus mengambil peran. Praktik seperti water sharing dan pembangunan sekat kanal yang kami lihat merupakan contoh kolaborasi yang perlu terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan kebakaran dapat berjalan lebih efektif,” tutup Menteri Jumhur.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Aritonang, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian KLH/BPLH terhadap pengembangan pengelolaan gambut berbasis sains. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengambil bagian dalam mendukung agenda lingkungan nasional melalui pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan, upaya pencegahan kebakaran, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan gambut tropis di Indonesia.
“RAPP berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mendukung agenda lingkungan nasional, termasuk melalui pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan dan upaya pencegahan kebakaran. Kami juga mendukung upaya pengembangan riset dan ilmu pengetahuan Indonesia di bidang pengelolaan lahan gambut tropis, termasuk pengukuran emisi, sebagai landasan bagi kebijakan dan praktik pengelolaan yang berbasis sains,” jelas Sihol.
Menurut Sihol, tantangan perubahan iklim dan perlindungan ekosistem gambut memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan kalangan akademisi. Karena itu, perusahaan terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengelolaan lanskap yang lebih luas.
Tak hanya fokus pada pengelolaan gambut, kunjungan kerja KLH/BPLH juga menyoroti upaya transisi energi bersih melalui peninjauan instalasi panel surya berkapasitas total 50 MW. Proyek energi terbarukan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan APRIL2030 melalui pilar Climate Positive. Melalui komitmen tersebut, APRIL terus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan berbasis sains, pengelolaan lanskap yang bertanggung jawab, perlindungan ekosistem, serta peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.
Melalui integrasi antara pengelolaan tata air, pemantauan emisi berbasis sains, dan pengembangan energi bersih, upaya pencegahan karhutla dan mitigasi perubahan iklim diharapkan dapat terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.(**)
Berita Terkait :
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
- Pemko Dumai Gratiskan Administrasi Bagi Pasien Rujukan0
- Polisi Tangkap Penjual Ikan Cupang Bodong di Instagram0
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
- Video Perwira Polda Riau Pakai Sabu di Jalan Beredar di Masyarakat0
_Black11.png)









