- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
Polisi Tangkap Penjual Ikan Cupang Bodong di Instagram

Kontes ikan cupang yang pernah digelar di Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap dua penipu jual beli online ikan cupang. Dari tersangka MFH dan DLH penyidik menyita dua rekening berisi Rp13 juta lebih yang diduga hasil penipuan jualan ikan cupang.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Andri Sudarmadi SIK menjelaskan, dua rekening itu tidak atas nama tersangka. Diduga keduanya sudah membeli rekening milik seorang warga.
"Nama yang tertera di rekening itu mengaku menjual Rp100 ribu tapi dia tidak tahu digunakan untuk apa oleh tersangka," kata Andri, Senin siang, 5 April 2021.
Andri menjelaskan, tersangka MFH sebelum melakukan penipuan jual beli online ikan cupang mengkloning akun Instagram penjual ikan cupang. Dalam akun tadi, tersangka mengaku sebagai admin untuk layanan transfer ikan yang dipesan.
"Akun instagramnya @bettacolourjaktim77, pembeli transfer ke dua nomor rekening taru," jelas Andri.
Andri menyebut kasus ini terungkap dari laporan seorang warga yang mengaku sudah memesan ikan cupang di instagram itu. Korban sudah mentransfer uang tapi ikan pesanan tidak pernah datang.
"Setiap transaksi, tersangka DLH menerima bagiannya dari MFH," ucap Andri.
Tak hanya penipuan jual beli cupang, tersangka MFH juga berbuat tindak pidana dalam judi online. Tersangka mengaku sebagai penarik uang dari situs judi online dan meminta seorang warga mentransfer uang Rp9 juta.
Kepada korban, tersangka MFH menyebut uang itu sebagai deposit. Setelah ditransfer, tersangka mengambil uang itu sementara korban tidak pernah menerima hadiah ataupun bermain di situs yang disebutkan.
"Dalam kasus ini, MFH sendirian karena DLH tidak pernah menerima bagian uang," kata Andri.
Atas kejadian ini, Andri menghimbau masyarakat agar tidak sembarangan menjual rekening kepada orang lain. Bisa saja, seperti kasus tersebut, rekening digunakan oleh seseorang untuk berbuat kejahatan. (syu)
Berita Terkait :
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
- Video Perwira Polda Riau Pakai Sabu di Jalan Beredar di Masyarakat0
- Gara-gara Pisau, Pria Ini Jadi Tahanan di Polsek Tampan0
- Dipimpin H Catur Sugeng, PKB Yakin Bisa Makin Besar0
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
_Black11.png)









