- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Gara-gara Pisau, Pria Ini Jadi Tahanan di Polsek Tampan

Barang bukti pisau yang diamankan Polsek Tampan dari seorang pria di Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Niat menghadiri pesta pernikahan teman berujung penjara bagi pria berinisial MH. Dia menginap di kantor Polsek Tampan, Pekanbaru, karena kedapatan membawa senjata tajam, Sabtu dini hari, 3 April 2021.
Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya bersama Kapolsek Tampan Komisaris Besar Hotmartua Ambarita dan puluhan polisi lainnya menggelar razia keamanan dan ketertiban masyarakat.
Salah satu titik razia adalah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar di Jalan HR Soebrantas ujung, Kelurahan Tuah Madani. Satu persatu kendaraan yang melintas saat itu diberhentikan.
"Petugas memeriksa bawaan penumpang sebagai antisipasi terjadinya kejahatan," kata Nandang, Senin siang, 5 April 2021.
Salah satu kendaraan yang dihentikan adalah mobil Grand Livina. Di dalamnya ada pelaku bersama empat orang temannya dengan tujuan Sumatra Barat.
Dalam sebuah tas, petugas menemukan sebilah senjata tajam bersarung bentuk kepala burung. Pria MH yang bekerja sebagai mekanik mengakui itu merupakan miliknya.
"Katanya kepada petugas untuk jaga-jaga di jalan karena akan menghadiri pesta pernikahan teman di Solok, Sumatra Barat," kata Nandang.
MH lalu dibawa ke Polsek Tampan untuk penyidikan lebih lanjut. Sementara teman-temannya diminta keterangan sebagai saksi dan diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan.
"Dia dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," ucap Nandang.
Nandang menyatakan, membawa senjata tajam dalam perjalanan sangat dilarang. Bisa jadi benda tajam itu dipergunakan oleh seseorang untuk berbuat tindak pidana. (syu)
Berita Terkait :
- Dipimpin H Catur Sugeng, PKB Yakin Bisa Makin Besar0
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara0
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
_Black11.png)









