- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara

Anak buaya muara. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Puluhan anak buaya muara gagal terbang memakai pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Penyelundupan satwa dilindungi melalui jasa ekspedisi ini terpantau petugas pengamanan bandara atau Avsec melalui mesin x-ray.
Puluhan ekor anak buaya muara itu sudah diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sayangnya tujuh anak ekor buaya mati karena dibekukan oleh pelaku yang belum diketahui.
Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyebut ada 22 ekor anak buaya diselundupkan. Berdasarkan resi pengiriman Tiki, pengirim satwa itu berasal dari Bengkalis dengan tujuan Jakarta.
Suharyono mengaku sudah berkoordinasi dengan personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terkait ini. Berdasarkan penelusuran, alamat pengirim tidak sesuai dengan lokasi yang didatangi petugas.
"Setelah dicek ternyata alamat pengirim itu dari Kabupaten Siak, orangnya juga tidak sesuai," kata Suharyono, Kamis siang, 1 April 2021.
Petugas kemudian menelusuri alamat penerima di Jakarta. Petugas juga menemukan ketidaksesuaian antara alamat yang tertera dengan yang dituju.
"Ternyata penerimanya perorangan, bukan nama yang tertera di tujuan pengiriman," jelas Suharyono.
Suharyono menyebut anak buaya yang masih hidup sempat mendapatkan perawatan di klinik BBKSDA Riau. Sementara anak buaya yang mati karena dibekukan juga dititip di lokasi serupa.
Setelah kondisi anak buaya hidup stabil, petugas melepasliarkannya ke habitat. Suharyono berharap anak buaya itu tidak berhubungan lagi dengan manusia.
"Pelepasan dilakukan di salah satu lokasi konservasi BBKSDA Riau," kata Suharyono. (syu)
Berita Terkait :
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
_Black11.png)









