- MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
- Di Forum Seskoau, Bupati Afni Soroti Peran Strategis Siak bagi Ketahanan Energi Nasional
- Pangdam XIX Tuanku Tambusai Beri Semangat Keluarga Prajurit Lewat Anjangsana HUT Ke-1
- Hormati Jasa Pejuang, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Veteran pada HUT Ke-1 Kodam
- Tebar Kepedulian, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Anak Panti pada HUT Ke-1 Kodam
- Prajurit Bukan Hanya Penjaga Negara, Tetapi Juga Benteng Keluarga dari Ancaman Narkoba
- Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal ‘Londo Ireng’
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam Bibit Mangrove
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perketat Kesiapan Latihan Operasi dan Satgas Pamtas RI–PNG
- RAPP Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Meranti, Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia 2026
Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara

Anak buaya muara. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Puluhan anak buaya muara gagal terbang memakai pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Penyelundupan satwa dilindungi melalui jasa ekspedisi ini terpantau petugas pengamanan bandara atau Avsec melalui mesin x-ray.
Puluhan ekor anak buaya muara itu sudah diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Sayangnya tujuh anak ekor buaya mati karena dibekukan oleh pelaku yang belum diketahui.
Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyebut ada 22 ekor anak buaya diselundupkan. Berdasarkan resi pengiriman Tiki, pengirim satwa itu berasal dari Bengkalis dengan tujuan Jakarta.
Suharyono mengaku sudah berkoordinasi dengan personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terkait ini. Berdasarkan penelusuran, alamat pengirim tidak sesuai dengan lokasi yang didatangi petugas.
"Setelah dicek ternyata alamat pengirim itu dari Kabupaten Siak, orangnya juga tidak sesuai," kata Suharyono, Kamis siang, 1 April 2021.
Petugas kemudian menelusuri alamat penerima di Jakarta. Petugas juga menemukan ketidaksesuaian antara alamat yang tertera dengan yang dituju.
"Ternyata penerimanya perorangan, bukan nama yang tertera di tujuan pengiriman," jelas Suharyono.
Suharyono menyebut anak buaya yang masih hidup sempat mendapatkan perawatan di klinik BBKSDA Riau. Sementara anak buaya yang mati karena dibekukan juga dititip di lokasi serupa.
Setelah kondisi anak buaya hidup stabil, petugas melepasliarkannya ke habitat. Suharyono berharap anak buaya itu tidak berhubungan lagi dengan manusia.
"Pelepasan dilakukan di salah satu lokasi konservasi BBKSDA Riau," kata Suharyono. (syu)
Berita Terkait :
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
- Kampar Satu-satunya Kabupaten yang Menjadi Pilot Project TP2DD 0
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
_Black11.png)









