- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
Kepsek SMA 2 Rumbio Jaya Bantah Sekolah Terbengkalai: "Jangan Hanya Lihat dari Luar

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Yuliarni, M.Si, membantah tudingan bahwa sekolah yang ia pimpin terkesan terbengkalai dan dana BOS tidak dikelola dengan baik. Klarifikasi ini disampaikan langsung kepada awak media pada Sabtu (27/9/2025).
Menurut Yuliarni, kondisi geografis sekolah yang terletak di kawasan perkebunan sawit dan karet, jauh dari pemukiman penduduk, turut memengaruhi citra sekolah di mata publik.
Sekolah yang berjarak sekitar 30 menit dari ibu kota Kabupaten Kampar, Bangkinang, itu memiliki 8 ruang belajar untuk 10 rombel, dengan total 240 siswa dan 27 guru serta 9 pegawai tata usaha. Selain itu, terdapat 13 guru komite yang sudah mengabdi sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.
Selama menjabat, ia menegaskan sudah banyak langkah perbaikan dilakukan, seperti memindahkan kantin, membangun pos keamanan, memperbaiki plafon ruang guru, mengecat pagar, hingga mengaktifkan kembali fungsi toilet belakang sekolah.
Bahkan, pihak sekolah juga membuat kolam resapan untuk mengurangi genangan air akibat kondisi tanah yang berawa.
“Kalau ada yang mengatakan sekolah ini terbengkalai, itu tidak benar. Kami berbenah sesuai kemampuan. Jangan hanya melihat dari luar, lihat juga fakta yang ada di dalam,” tegas Yuliarni.
Ia juga menjelaskan, sorotan masyarakat terkait rumput liar, sampah menumpuk, serta toilet depan sekolah yang dianggap tidak terurus, memiliki alasan yang jelas.
Menurutnya, pekerja kebersihan sekolah baru saja menjalani operasi mata sehingga sudah dua pekan tidak bisa bekerja. Kondisi tanah rawa membuat rumput tumbuh lebih cepat dari biasanya.
“Untuk sampah, biasanya kami bakar, tapi karena musim hujan jadi sulit dibakar. Sementara toilet di depan sekolah itu sudah lama tidak difungsikan karena sering tersumbat. Toilet itu pun sudah ada sebelum saya menjabat,” paparnya.
Keterbatasan dana BOS, kata Yuliarni, menjadi tantangan tersendiri. Dengan jumlah siswa yang ada, dana yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan operasional sekolah. Ditambah lagi, sekolah sering diganggu monyet liar yang dapat merusak fasilitas jika tidak dijaga dengan baik.
“Dana BOS yang kami terima sudah jelas arahnya dan selalu dipertanggungjawabkan. Hanya saja, dengan kondisi sekolah dan kebutuhan yang ada, dana itu memang tidak mencukupi. Tapi kami tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk siswa dan menjaga agar sekolah tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Dengan penjelasan ini, Yuliarni berharap masyarakat bisa memahami situasi sebenarnya dan tidak langsung menilai negatif. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan meski dalam keterbatasan.Vol(Rls/Red)
Berita Terkait :
- Bupati Kampar Sampaikan Berbagai Keberhasilan Pembangunan0
- Terpilih Sebagai Ketua IPSI Kampar, H Catur Sugeng: Saya Siap!0
- Kunci Sukses Perusahaan Ini Tanpa Karhutla Setelah 25 Tahun Beroperasi0
- Kejari Pelalawan Ungkap Alasan Melanjutkan Eksekusi Lahan Desa Gondai0
- Selain Tekankan Pertahankan Juara Umum, Bupati Kampar Berharap IPSI Kompak0
_Black11.png)









