- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Ketok Palu APBD Perubahan Pekanbaru 2022 Disahkan Rp2,521 Triliun

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2022 Kota Pekanbaru disahkan sebesar Rp2,521 triliun. Pengesahan ini dilakukan dalam sidang paripurna yang digelar Jumat (30/9/2022).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun mengatakan angka ini berkurang sekitar Rp38 miliar dari yang diajukan Pemko Pekanbaru sebelumnya yakni Rp2,560 triliun.
"Pada awalnya, kami mengajukan rancangan APBD-P 2022 sebesar Rp2,560 triliun. Setelah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD, ada perubahan," ujar Muflihun, Jumat (30/9/2022).
Hal ini dikarenakan adanya sektor pendapatan yang dianggap tidak tercapai. Sehingga, hal itu berpengaruh pada belanja.
"Kami ingin target pendapatan asli daerah (PAD) masuk akal. Setelah ditelaah Banggar, ada target pendapatan yang terlalu besar. Akhirnya, kami kurangi Rp38 miliar," Cakap Muflihun.
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi pada kesempatan tersebut mengatakan, pada MoU KUA PPAS APBD-P 2022 disepakati sebesar Rp2,560 triliun, namun dalam finalisasi rapat Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terjadi perubahan.
Ada masukan-masukan dari TAPD terkait beberapa poin penting. Beberapa poin penting itu antara lain, anggaran untuk utang BPJS Kesehatan, biaya listrik kantor dan masjid di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya.
Setelah biaya listrik dimasukkan, maka dilakukan finalisasi. Finalisasi APBD-P 2022 telah disetujui bersama.
"Kami buat berita acara perubahan APBD-P dari sebesar Rp2,560 triliun menjadi Rp2,521 triliun," pungkasnya. (***)
Berita Terkait :
- Muflihun Ajak Perusahaan Berpartisipasi Dukung Pengembangan Sepakbola di Pekanbaru 0
- DBH Migas dan PBB Provinsi Riau 2023 Turun hingga Rp613 Miliar0
- 8 WBTb Riau Sah Berstatus Nasional Gubri Syamsuar: Tahniah Para Maestro!0
- Kepala Kejati Riau Sampaikan Pentingnya Sabar dan Salat Sebagai Penolong0
- Wagubri Terima Audiensi Pengurus Provinsi Muaythai Riau0
_Black11.png)









