- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Korban Pelecehan Dekan Universitas Riau Menangis Saat Rekonstruksi

Ilustrasi. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Penyidik Polda Riau sudah melakukan rekonstruksi kasus pelecehan seksual mahasiswi. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau Syafri Harto yang menjadi tersangka dalam kasus ini menjalani 36 adegan, termasuk korban berinisial L.
Saat rekonstruksi pelecehan mahasiswi Universitas Riau ini berlangsung, pelaku dan korban tidak dipertemukan. Meski demikian, korban sempat menangis karena trauma atas kejadian saat bimbingan skripsi itu.
"Korban sempat menangis," kata kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Kamis petang, 25 November 2021.
Rian menjelaskan, rekonstruksi dilakukan pada Selasa, 23 November 2021. Kegiatan berlangsung dari siang hingga petang di ruang Dekan Fisipol Universitas Riau yang saat itu menjadi dosen bimbingan skripsi korban.
Di beberapa bagian rekonstruksi, ada adegan yang berat dijalani korban. Pasalnya adegan itu mengingatkan korban kepada kejadian yang dialaminya pada akhir Oktober lalu.
Menurut Rian, korban masih bisa menjalankan adegan yang tidak ada sentuhan fisik. Tapi memasuki adegan, seperti ada terlontar kalimat "I love you" dari pelaku hingga sempat dicium tersangka, korban berat menjalankan.
"Pada adegan itu tersangka pakai pemeran pengganti," kata Rian.
Rian menceritakan, pada adegan 29 dan 30 korban menelpon Sekretaris Jurusan Hubungan Internasional Fisipol Universitas Riau. Korban menceritakan apa yang telah dialaminya.
"Korban menceritakan kalau dia dilecehkan, disitu korban nangis," ungkap Rian.
Rian menceritakan, korban sempat bingung saat diberitahu adanya rencana rekonstruksi. Pasalnya sebelum itu, korban pernah menjalani rekonstruksi juga di ruangan yang sama.
Rian berusaha meyakinkan korban kalau rekonstruksi pertama merupakan pra karena kasusnya masih penyelidikan. Sementara rekonstruksi kali ini lebih lengkap karena sudah penyidikan dan ada tersangka.
"Ada jaksa juga yang ikut, nanti akan dimasukkan dalam berkas perkara, kita bilang ini reka adegan yang lebih lengkap lagi," tutur Rian.
Korban, kata Rian, juga sempat bertanya, apakah Syafri Harto ikut dalam rekonstruksi. Korban menyatakan dia takut dan belum sanggup untuk bertemu.
Mengetahui tersangka juga ada di rekonstruksi, Rian meminta penyidik memisahkan dengan korban. Rian menyatakan keberatan kalau tersangka dan korban disatukan.
"Kondisi korban terkini masih belum kunjung stabil, bahkan ketika kegiatan rekonstruksi, korban turut didampingi psikolog." kata Rian. (syu)
Berita Terkait :
- Pendaftaran Calon Ketua KONI Riau Dibuka0
- Bupati Rohil Sampaikan Berbagai Masukan Pengelolaan Blok Rokan0
- Polda Perkuat Bukti Kasus Dekan Tersangka Pencabulan Mahasiswi0
- Kluster Perkantoran, Kasus Covid-19 Meledak di Mandau0
- Rekonstruksi, Dekan Tersangka Cabul dan Korban Lakukan 36 Adegan0
_Black11.png)









