- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami

VokalOnline.com-- Militer Korea Utara membantah tuduhan Amerika Serikat yang menyebut mereka memasok amunisi atau senjata ke Rusia saat pasukan Moskow keok di beberapa wilayah Ukraina.
Wakil Direktur Urusan Luar Negeri Militer Kementerian Pertahanan Nasional Korut dalam pernyataan resmi memperingatkan agar AS tak menyebar desas-desus tak berdasar.
"Kami menganggap langkah AS seperti itu sebagai bagian dari upaya permusuhan untuk menodai citra DPRK [Korea Utara] di arena internasional," demikian bunyi pernyataan itu pada Selasa (8/11), seperti dikutip Yonhap.
Tindakan permusuhan itu, menurut mereka, berujung penerapan 'resolusi sanksi' ilegal dari Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terhadap Pyongyang.
"Kami sekali lagi menjelaskan bahwa kami tak pernah melakukan 'transaksi senjata' dengan Rusia dan bahwa kami tak punya rencana untuk melakukan itu di masa depan," tambah pernyataan itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Korut diam-diam memasok senjata perang ke Rusia.
"Mustahil menentukan tujuan kereta dari gambaran itu. Namun, penyeberangan itu terjadi di tengah laporan penjualan senjata dari Korea Utara ke Rusia dan ekspektasi umum akan dimulai kembali perdagangan antara kedua negara," demikian menurut North 38, seperti dikutip Reuters.
Pada Februari 2020 lalu, pemerintahan Kim Jong Un menutup Jembatan Persahabatan Tumangang yang menghubungkan Korut dengan Rusia imbas pandemi Covid-10. Ini merupakan satu-satunya jalan penghubung darat antar negara.**Syafira
Berita Terkait :
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
- Rating Drama Curtain Call Anjlok Buntut Telat Tayang0
- Email Intelijen Rusia Bocor, Ungkap Putin Sakit Kanker-Parkinson0
_Black11.png)









