- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami

VokalOnline.com-- Militer Korea Utara membantah tuduhan Amerika Serikat yang menyebut mereka memasok amunisi atau senjata ke Rusia saat pasukan Moskow keok di beberapa wilayah Ukraina.
Wakil Direktur Urusan Luar Negeri Militer Kementerian Pertahanan Nasional Korut dalam pernyataan resmi memperingatkan agar AS tak menyebar desas-desus tak berdasar.
"Kami menganggap langkah AS seperti itu sebagai bagian dari upaya permusuhan untuk menodai citra DPRK [Korea Utara] di arena internasional," demikian bunyi pernyataan itu pada Selasa (8/11), seperti dikutip Yonhap.
Tindakan permusuhan itu, menurut mereka, berujung penerapan 'resolusi sanksi' ilegal dari Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terhadap Pyongyang.
"Kami sekali lagi menjelaskan bahwa kami tak pernah melakukan 'transaksi senjata' dengan Rusia dan bahwa kami tak punya rencana untuk melakukan itu di masa depan," tambah pernyataan itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Korut diam-diam memasok senjata perang ke Rusia.
"Mustahil menentukan tujuan kereta dari gambaran itu. Namun, penyeberangan itu terjadi di tengah laporan penjualan senjata dari Korea Utara ke Rusia dan ekspektasi umum akan dimulai kembali perdagangan antara kedua negara," demikian menurut North 38, seperti dikutip Reuters.
Pada Februari 2020 lalu, pemerintahan Kim Jong Un menutup Jembatan Persahabatan Tumangang yang menghubungkan Korut dengan Rusia imbas pandemi Covid-10. Ini merupakan satu-satunya jalan penghubung darat antar negara.**Syafira
Berita Terkait :
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
- Rating Drama Curtain Call Anjlok Buntut Telat Tayang0
- Email Intelijen Rusia Bocor, Ungkap Putin Sakit Kanker-Parkinson0
_Black11.png)








