- Ketik Tepung Tawar Iringi Langkah 110 Calon Haji Meranti, Bupati Asmar: Jaga Niat dan Kesehatan di T
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami

VokalOnline.com-- Militer Korea Utara membantah tuduhan Amerika Serikat yang menyebut mereka memasok amunisi atau senjata ke Rusia saat pasukan Moskow keok di beberapa wilayah Ukraina.
Wakil Direktur Urusan Luar Negeri Militer Kementerian Pertahanan Nasional Korut dalam pernyataan resmi memperingatkan agar AS tak menyebar desas-desus tak berdasar.
"Kami menganggap langkah AS seperti itu sebagai bagian dari upaya permusuhan untuk menodai citra DPRK [Korea Utara] di arena internasional," demikian bunyi pernyataan itu pada Selasa (8/11), seperti dikutip Yonhap.
Tindakan permusuhan itu, menurut mereka, berujung penerapan 'resolusi sanksi' ilegal dari Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terhadap Pyongyang.
"Kami sekali lagi menjelaskan bahwa kami tak pernah melakukan 'transaksi senjata' dengan Rusia dan bahwa kami tak punya rencana untuk melakukan itu di masa depan," tambah pernyataan itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Korut diam-diam memasok senjata perang ke Rusia.
"Mustahil menentukan tujuan kereta dari gambaran itu. Namun, penyeberangan itu terjadi di tengah laporan penjualan senjata dari Korea Utara ke Rusia dan ekspektasi umum akan dimulai kembali perdagangan antara kedua negara," demikian menurut North 38, seperti dikutip Reuters.
Pada Februari 2020 lalu, pemerintahan Kim Jong Un menutup Jembatan Persahabatan Tumangang yang menghubungkan Korut dengan Rusia imbas pandemi Covid-10. Ini merupakan satu-satunya jalan penghubung darat antar negara.**Syafira
Berita Terkait :
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
- Rating Drama Curtain Call Anjlok Buntut Telat Tayang0
- Email Intelijen Rusia Bocor, Ungkap Putin Sakit Kanker-Parkinson0
_Black11.png)









