- JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
KPK Belum Tetapkan Status, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan OTT
DN dan TM Menyerahkan Diri

Gubernur Riau, Abdul Wahid, dimintai keterangan dalam OTT KPK
Jakarta, VokalOnline.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengumumkan status Kepala dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Arief Setiawan yang terjaring dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT) KPK Senin (3/11/2025) di Pekanbaru.
Dalam oprasi KPK di Riau, terjaring 10 orang diamankan KPK dalam OTT Kadis PUPR-PKPP Riau Arif Setiawan, turut diambil keterangan Gubernur Riau Abdul Wahid sedangkan dua diantaranya menyerahkan diri ke gedung merah putih yaitu Dani M Nursalam (DN) tenaga ahli Gubernur Riau serta Tata Maulana (TM) rekanan dari pihak swasta yang juga dikenal dekat dengan Gubri Abdul Wahid.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada sejumlah wartawan yang menunggu sejak pagi Selasa (4/11/2025) hingga malam menyampaikan, pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Riau terdiri dari, Kadis Dinas PUPR Provinsi Riau Arief Setiawan, Sekdis PUPR Riau Ferry Yunanda, 5 orang Kepala UPT PUPR Provinsi Riau dan Gubernur Riau Abdul Wahid juga diambil keteranganya.
"10 orang yang diamankan, termasuk hari ini DN dan TM menyerahkan diri sedang dilakukan pemeriksaan," kata Budi Prasetyo seraya menjelaskan sudah melakukan exspos didepan pimpinan KPK dan sudah ditetapkan pihak pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka terhadap status 10 orang yang diamankan KPK dari Riau.
"Siapa saja yang ditetapkan sebagai Tersangka, besok (Rabu 5/11/2025) akan kami sampaikan dalam konferensi pers. Selain mengamankan orang, juga diamankan uang dalam bentuk Dolar, ponsterling yang total kalau dirupiahkan sekitar Rp1,6 milyar," kata Budi Prasetyo seraya menghimbau untuk Pemrov Riau melakukan pembenahan.
Sebelumnya kabar pelurusan informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ustad Abdul Somad (UAS) yang dikenal dekat dengan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam pernyataannya menjelaskan tidak ada OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid hanya dimintai keterangan.
"Berita yang betul itu Kadis PUPR dan KUPT yang OTT. Gubernur Riau hanya dimintai keterangan, itu yang betul," ujar UAS
Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Riau, Teza Darsa, membantah bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid ditangkap dalam OTT. Teza menyatakan bahwa Gubernur (dan juga Wakil Gubernur) hanya dimintai keterangan untuk keperluan proses hukum terkait operasi yang dilakukan KPK di Dinas PUPR Riau.
"Informasi yang kami dapat, Pak Gubernur hanya diminta keterangan, bukan OTT," kata Teza Darsa Senin (3/11/2025) di Pekanbaru. **Vol/tim
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









