- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
- Pemkab Siak Siapkan Solusi bagi Calon Siswa yang Terkendala Dokumen Kependudukan
- Pemkab Siak Gandeng Indomaret, Produk UMKM Kini Tembus Pasar Ritel Modern
- Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab
KWT Dapur Aru Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga, Ratusan Ibu-Ibu Ikut Serta

Salo Timur, VokalOnline.Com - Kelompok Wanita Tani (KWT) UMKM Dapur Aru, Desa Salo Timur, menginisiasi pelatihan pengolahan sampah rumah tangga yang diikuti oleh ratusan ibu-ibu dari desa setempat dan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah menjadi peluang ekonomi bagi keluarga.
Ketua KWT Dapur Aru, Nurhidayah Sari, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan yang digelar pada Sabtu (22/6) ini merupakan bagian dari program layanan dana masyarakat untuk lingkungan (Small Grant Program) hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia.
"Para peserta terdiri dari pengurus PKK, anggota KWT, dan kelompok masyarakat lainnya. Mereka kami latih agar bisa mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," ujar Sari.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali berbagai keterampilan seperti budidaya maggot, pembuatan pupuk kompos, produksi eco enzyme, serta pemilahan sampah organik dan anorganik.
Menurut Sari, keterampilan ini diharapkan dapat membantu para ibu menghasilkan pendapatan tambahan dari rumah. “Sampah yang dulu dianggap menjijikkan, kini menjadi rebutan karena bisa menjadi sumber ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Yeni Aprianis, S.Si., M.Sc, penyuluh kehutanan dari Balai Perhutanan Sosial Kampar, menuturkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara tepat.
“Dengan pengolahan yang benar, sampah bisa menjadi solusi ekonomi, bukan sekadar limbah yang mencemari lingkungan,” jelas Yeni. Ia juga menambahkan bahwa Taufik Akbar, S.Hut, telah ditugaskan sebagai pelatih dalam kegiatan ini.
Kepala Desa Salo Timur, Tukiran, yang turut membuka acara pelatihan, menyampaikan apresiasi dan dukungannya. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjadi awal terciptanya desa yang bersih dan mandiri secara ekonomi.(Bom)
Berita Terkait :
_Black11.png)









