- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Lagi, Crazy Rich Rusia Lepas Kewarganegaraan Protes Perang Putin

Jakarta, VokalOnline - Konglomerat Oleg Tinkov melepaskan kewarganegaraan Rusia sebagai bentuk protes atas perang terhadap Ukraina.
Dalam unggahan akun Instagramnya tertanggal 26 Oktober, Tinkov juga melampirkan foto sertifikat yang mengonfirmasi keputusannya itu.
"Saya telah mengambil keputusan untuk melepas kewarganegaraan Rusia saya," ujar Tinkov dalam unggahan yang dikutip CNN, Selasa (1/11). Unggahan itu sendiri telah dihapus, tetapi foto-fotonya telah beredar di media sosial dan dilaporkan oleh media pemerintah Rusia.
"Saya tidak bisa dan tidak akan dikaitkan dengan negara fasis yang memulai perang dengan tetangga mereka yang damai dan membunuh orang tak bersalah setiap hari," tulis pendiri bank digital raksasa Rusia Tinkoff Bank itu.
Tinkov sebelumnya mengecam keras "perang gila" Rusia di Ukraina. Dia adalah salah satu dari 65 individu dan entitas yang dikenai sanksi oleh Inggris pada 24 Maret karena "mendukung invasi ilegal Rusia." Ia baru-baru ini menjual 35 persen sahamnya di perusahaan induk Tinkoff Bank, TSC, kepada sebuah perusahaan yang dikendalikan oleh miliarder Rusia Vladimir Potanin.
Sebelum penjualan, Bloomberg Billionaires Index memperkirakan kekayaan Tinkov mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp54,6 triliun (asumsi kurs Rp15.600 per dolar AS). Saat ini, Forbes menaksir harta Tinkov berjumlah US$646,1 juta atau berkisar Rp10,07 triliun.
Tinkov bukan konglomerat pertama yang memutuskan hubungan dengan Rusia selama perang. Nikolay Storonsky, salah satu pendiri dan CEO Revolut, melepaskan kewarganegaraan Rusianya awal tahun ini.
"Posisinya dalam perang ada di catatan publik: perang itu benar-benar menjijikkan dan dia tetap teguh dalam menyerukan diakhirinya pertempuran segera," kata juru bicara Revolut. Selain itu, konglomerat Yuri Milner baru-baru ini juga mengumumkan telah melepas status kewarganegaraan Rusia.
Pendiri perusahaan internet DST Global ini tak ingin menjadi warga Negeri Beruang Merah karena mengecam invasi ke Ukraina.**syafira
Berita Terkait :
- Upah Harian Buruh Tani Naik Jadi Rp58.940 per Oktober 20220
- Korut Tembak 10 Rudal, Korsel Janji Kim Jong Un Bakal Terima Balasan0
- Korut Tembak Rudal Balistik, Korsel Panik Minta Warga Evakuasi0
- SKK Migas - EMP Bentu Ltd Salurkan Gas Perdana ke PT PGN di Pangkalan Kerinci0
- Izinkan Natal-Halloween, Apa Benar Saudi Larang Perayaan Maulid Nabi?0
_Black11.png)








