- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Riau Tiga Tuntutan Ini harus Dipenuhi Pemerintah

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Gelombang unjuk rasa tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di gedung DPRD Riau, Rabu (7/9/2022). Kali ini, giliran mahasiswa dari beberapa universitas turun menyampaikan aspirasi.
Selain membawa spanduk dan poster penolakan, massa berjumlah ratusan mahasiswa ini datang menggunakan almamater kampus masing-masing.
Ada tiga tuntutan yang disampaikan di depan gerbang keluar gedung DPRD Riau.
Pertama, mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM. Kedua, pemberhentian proyek infrastruktur ambisius dari pemerintah yang tidak bersifat urgensi/mendesak, dan meminta pemerintah mengevaluasi dalam penyaluran BBM Bersubsidi.
Dua hari sebelumnya, unjuk rasa dengan tuntutan yang sama juga digaungkan di depan gedung DPRD Riau.
Buruh Unjuk Rasa di DPRD Riau
Sementara itu giliran buruh yang turun menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru.
Ratusan massa aksi ini membawa berbagai atribut, seperti bendera Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, FSP Nina Kota Pekanbaru. Massa aksi juga membawa spanduk berisi tuntutan.
Ada empat tuntutan para pengunjuk rasa ini, yakni menolak kenaikan harga BBM, menolak Omnibus Law, naikkan UMK tahun 2023 sebesar 13 persen, dan laksanakan reformasi agraria dan wujudkan kedaulatan pangan.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kopolisian. Para pengunjuk rasa terlihat tertahan di luar gedung DPRD.
Sebelumnya, unjuk rasa dengan tuntutan yang sama juga berlangsung dari massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) cabang Pekanbaru. Aksi unjuk rasa tidak hanya massa dari HMI. Para supir truk juga ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa. Para supir ini hadir mendukung aksi yang dilakukan massa HMI.
"Kami merasakan dampak kenaikan BBM ini. Terbukti hari ini ada beberapa order yang masuk, tapi gagal karena harga naik," kata Sekjen Serikat Supir Truk Pekanbaru (SSTP) Azwardi.
Untuk diketahui, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi resmi naik per Sabtu (3/9/2022) siang. Kenaikan ini untuk BBM jenis pertalite, solar, dan pertamax.
Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Riau ditemui Ketua DPRD Riau Yulisman, Rabu (7/9/2022). Yulisman berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah.
Yulisman tidak sendiri, Ia didampingi Anggota DPRD lainnya, yakni Markarius Anwar, Sugeng Pranoto, Zulkifli Indra dan Tumpal Hutabarat. Usai ditemui, massa aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu membubarkan diri.
"Adik-adik mahasiswa BEM se-Riau menyampaikan aspirasi tentang kenaikan harga BBM, pengawasan BBM bersubsidi, dan ada beberapa hal. Karena ini aspirasi, InsyaAllah secepatnya kita sampaikan ke pemerintah pusat," kata Yulisman.
Sebelum ditemui, aksi ini nyaris bentrok. Mahasiswa sempat berhamburan mundur dari posisi awal. Sejak pukul 15.00 Wib, ratusan mahasiswa sudah mulai menyampaikan orasi di depan gerbang keluar gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman. Orasi yang mulanya berlangsung tenang, tiba-tiba terjadi keributan.
Beberapa polisi yang menjaga maju menghalau rombongan mahasiswa. Beberapa mahasiswa juga terlihat saling dorong dengan aparat keamanan.
Berbagai universitas ini berhasil menenangkan situasi, begitu juga aparat kepolisian. Sehingga keributan tidak melebar.
Berita Terkait :
- Anggaran Pengangkutan Sampah di Pekanbaru Capai Rp80 Miliar0
- Rektor UIR Raih Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi di Riau 0
- Diduga PT Arara Abadi Serobot Lahan Milik Masyarakat Koto Ringin 0
- FR Diamankan Polisi, Ada Hubungan Tewasnya PNS Wanita di DPRD Riau?0
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
_Black11.png)









