- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku-Keluarga Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Padahal ia merupakan keluarga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda belahan dunia beberapa waktu lalu.
“Saya tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai,” kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada VokalOnline,com di kediamannya.
Sehari-hari suaminya bekerja sebagai ‘kuli harian semberaut’. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4×8 meter persegi.
“Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai,” terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Penghasilan Sarimun menurun drastis karena warga masih dalam pemulihan perekonomian . Jika sebelum pandemi corona melanda dunia, Sarimun bisa membawa uang Rp 300 ribu dalam sehari, kini kantongnya tidak lebih hanya berisi uang Rp 70 ribu. Baginya kurang menghidupi 3 anak.
Fitri Yanti hanya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.
“Ya, kalau bisa sih diusulin supaya dapat bantuan. penghasilan saat ini tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” ucap Fitri Yanti kepada VokalOnlin,Com dengan nada lirih.
Saat berita ini diterbitkan, Pemerintah desa Sungai Paku dan Forkopimcam Singingi Hilir masih dalam tahap usaha konfirmasi oleh Centro Riau.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
- Polres Kuansing Tangkap dua Orang Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi. 0
_Black11.png)









