- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
- 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Masih ada tumpang pilih,warga miskin Di Desa Sungai Paku kc, Sengingi Hilir

Kuansing, VokalOnline.Com -Sungai Paku-Keluarga Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Padahal ia merupakan keluarga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda belahan dunia beberapa waktu lalu.
“Saya tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai,” kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada VokalOnline,com di kediamannya.
Sehari-hari suaminya bekerja sebagai ‘kuli harian semberaut’. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4×8 meter persegi.
“Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai,” terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Penghasilan Sarimun menurun drastis karena warga masih dalam pemulihan perekonomian . Jika sebelum pandemi corona melanda dunia, Sarimun bisa membawa uang Rp 300 ribu dalam sehari, kini kantongnya tidak lebih hanya berisi uang Rp 70 ribu. Baginya kurang menghidupi 3 anak.
Fitri Yanti hanya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.
“Ya, kalau bisa sih diusulin supaya dapat bantuan. penghasilan saat ini tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” ucap Fitri Yanti kepada VokalOnlin,Com dengan nada lirih.
Saat berita ini diterbitkan, Pemerintah desa Sungai Paku dan Forkopimcam Singingi Hilir masih dalam tahap usaha konfirmasi oleh Centro Riau.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Puja Ibrahim Meminta Kapolres Memangil KIC Supaya kak Ice Jangan Menjebarkan HOX0
- Himbauan Kamtibmas, Terkait Pengalihan Subsidi BBM menjadi BLT kepada Masyarakat. 0
- Jum at Barokah, Kapolres Kuansing Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Kurang Mampu 0
- Tiga Karya Terbaik LKTJ PWI - Klinik Malikha Diumumkan0
- Polres Kuansing Tangkap dua Orang Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi. 0
_Black11.png)









