- Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen dan Tingkatkan Perekonomian
- Agrinas dan Talang Mamak Bersinergi, Pengelolaan Kebun Eks PT SAL Buka Lapangan Kerja
- Polsek Keritang Monitor Tanaman Padi Menjelang Panen
- 53 SMP di Riau Dapat Pendampingan, RAPP Dorong Pendidikan Unggul Lewat School Improvement
- JMSI dan Bupati Pringsewu Bahas Program Kerakyatan dan HPN 2027 di Lampung
- Human Initiative Distribusikan Paket Sembako untuk Penyintas Kebakaran di Pulau Kijang
- Kolaborasi Film Nasional Kian Menguat, Hendry Munief Dorong Eksplorasi Budaya Daerah
- HIMAPROBIO FKIP Unri Resmi Buka Pekan Penghijauan XXXV di Tanjung Kampar Hulu
- Aiptu Hendrick Pantau Kolam Patin 30x40 M di Desa Nusantara Jaya
Masyarakat Adat Petalangan Elu-Elukan Pimpinan LAMR Terpilih

Dari LAMR, ketua MKA HR Marjohan Yusuf dan ketua DPH mengunjungi pengurus dan Masyarakat adat Petalangan Kabupaten Pelalawan
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Masyarakat adat Petalangan Kabupaten Pelalawan bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pelalawan, mengelu-elukan pimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) hasil Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) LAMR Datuk Seri HR Marjohan Yusuf dan Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil yang mengunjungi mereka di Pelalawan Selasa (26/4/2022) kemarin.
Diselingi dengan acara buka puasa bersama, Masyarakat adat Petalangan di Kabupaten Pelalawan menyatakan siap mendukung hasil Mubeslub itu secara maksimal.
Dari pihak masyarakat adat terlihat pimpinan batin-batin Petalangan Datuk Ajo Bilang Bungsu yang juga Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Pelalawan, selain itu Wazir Datuk Engku Raja, Batin Pelabi Gonda HBasrita Enggol, Batin Geringging Urip Pajarian, Penghulu Besar Langgam Nasrullah, serta Kepala Desa Tambak Nirwan, S Fil, Sekum MKA LAMR Pelalawan Datuk Nurzefri dan anggota MKA Palalawan Herman Maskar.
Seperti diketahui, Datuk Seri HR Marjohan Yusuf sebagai MKA dan Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil sebagai DPH ditetapkan melalui Mubeslub hari Sabtu lalu (16/04/2022) kemarin, Mubeslub dilaksanakan atas kesepakatan delapan LAMR Kabupaten dari 11 LAMR Kabupaten Kota yang ada di Riau. Kabupaten Rokan Hilir tidak dihitung karena kepengurusannya bersifat sementara untuk melaksanakan Musdalub di Rohil.
Menurut Ketum MKA LAMR Pelalawan Datuk Seri Abdul Wahid yang juga bergelar Datuk Ajo Bilang Bungsu, Mubeslub tersebut sebenarnya merupakan suatu kehendak yang lama. Tetapi memuncak saat silaturahim delapan LAMR kabupaten se-Riau di rumah dinas Gubernur Riau yang juga Payung Panji Adat.
“Kami yang memutuskan Mubeslub dan dilaksanakan secepatnya. Gubernur tidak terlibat dalam peristiwa ini yang menyerahkan sepenuhnya kepada kami, LAMR kabupaten,” kata Datuk Seri Wahid.
Penghulu Besar Langgam, Nasrullah, sambil mengutip pandangan seorang imam mengatakan bahwa, memilih pemimpin merupakan sesuatu yang niscaya dalam kehidupan keislaman.
"Mubeslub LAMR telah berusaha menjalankan kewajiban manusia untuk mencari pimpinan yang baik. Hasil yang diperoleh melalui Mubeslub sudah memperlihatkan usaha tersebut, meskipun dukungan dan doa amat tetap diperlukan, sehingga istikomah menjalankan amanah. Dia yakin, Datuk Marjohan dan Taufik, dapat membawa LAMR lebiuh baik pada masa mendatang" Penghulu Besar Langgam, Nasrullah.
Peserta silaturahim sepakat untuk tidak mengungkap sebab-musabah Mubeslub LAMR itu dilaksanakan, karena telah banyak diceritakan termasuk saat silaturahim di rumah dinas gubernur. “Kami siap keluar dari LAMR jika hasil Mubeslub itu mentahkan,” kata sekretaris umum MKA Pelalawan Nurzefri.
Ketua MKA LAMR Riau Datuk Seri HR Marjohan Yusuf mengucapkan terima kasih atas dukungan sebelum dan setelah ini dari Pelalawan. “Tapi kami masih memerlukan doa dan tunjuk ajar dari Datuk-datuk sebagai wujud kebersamaan kita untuk menegakkan marwah Melayu ini,” katanya.
Bagi Riau sendiri, masyarakat adat Petalangan merupakan sesuatu yang istimewa karena merupakan kelompok masyarakat adat yang awal di daerah ini. Tergolong ke dalam proto-Melayu, keberadaan masyarakat adat Petalangan dapat ditelesuri 3.000 tahun sebelum masehi. Bersama Kerajaan Pelalawan, mereka bahu-membahu membangun masyarakat yang menjadi tapak dasar adat Melayu Riau. **Vol-1
Berita Terkait :
- Suasana Covid-19, Bandingkan Sidang Banmus DPRD Riau Dengan Sumbar0
- Bupati Kampar Bersma Gubri, Resmikan Tol Pekanbaru-Bangkinang, Sudah Bisa di Lalui Pemudik.0
- 250 Rumah Terendam, Sungai di Sengingi di Kuansing Meluap0
- Forkopimda Kunasing Ikut Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVI Se-Indonesia Secara Virtual0
- Harga TBS Turun, PKS Bisa Disanksi Tegas0
_Black11.png)









