- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Masyarakat Adat Petalangan Elu-Elukan Pimpinan LAMR Terpilih

Dari LAMR, ketua MKA HR Marjohan Yusuf dan ketua DPH mengunjungi pengurus dan Masyarakat adat Petalangan Kabupaten Pelalawan
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Masyarakat adat Petalangan Kabupaten Pelalawan bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pelalawan, mengelu-elukan pimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) hasil Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) LAMR Datuk Seri HR Marjohan Yusuf dan Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil yang mengunjungi mereka di Pelalawan Selasa (26/4/2022) kemarin.
Diselingi dengan acara buka puasa bersama, Masyarakat adat Petalangan di Kabupaten Pelalawan menyatakan siap mendukung hasil Mubeslub itu secara maksimal.
Dari pihak masyarakat adat terlihat pimpinan batin-batin Petalangan Datuk Ajo Bilang Bungsu yang juga Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Pelalawan, selain itu Wazir Datuk Engku Raja, Batin Pelabi Gonda HBasrita Enggol, Batin Geringging Urip Pajarian, Penghulu Besar Langgam Nasrullah, serta Kepala Desa Tambak Nirwan, S Fil, Sekum MKA LAMR Pelalawan Datuk Nurzefri dan anggota MKA Palalawan Herman Maskar.
Seperti diketahui, Datuk Seri HR Marjohan Yusuf sebagai MKA dan Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil sebagai DPH ditetapkan melalui Mubeslub hari Sabtu lalu (16/04/2022) kemarin, Mubeslub dilaksanakan atas kesepakatan delapan LAMR Kabupaten dari 11 LAMR Kabupaten Kota yang ada di Riau. Kabupaten Rokan Hilir tidak dihitung karena kepengurusannya bersifat sementara untuk melaksanakan Musdalub di Rohil.
Menurut Ketum MKA LAMR Pelalawan Datuk Seri Abdul Wahid yang juga bergelar Datuk Ajo Bilang Bungsu, Mubeslub tersebut sebenarnya merupakan suatu kehendak yang lama. Tetapi memuncak saat silaturahim delapan LAMR kabupaten se-Riau di rumah dinas Gubernur Riau yang juga Payung Panji Adat.
“Kami yang memutuskan Mubeslub dan dilaksanakan secepatnya. Gubernur tidak terlibat dalam peristiwa ini yang menyerahkan sepenuhnya kepada kami, LAMR kabupaten,” kata Datuk Seri Wahid.
Penghulu Besar Langgam, Nasrullah, sambil mengutip pandangan seorang imam mengatakan bahwa, memilih pemimpin merupakan sesuatu yang niscaya dalam kehidupan keislaman.
"Mubeslub LAMR telah berusaha menjalankan kewajiban manusia untuk mencari pimpinan yang baik. Hasil yang diperoleh melalui Mubeslub sudah memperlihatkan usaha tersebut, meskipun dukungan dan doa amat tetap diperlukan, sehingga istikomah menjalankan amanah. Dia yakin, Datuk Marjohan dan Taufik, dapat membawa LAMR lebiuh baik pada masa mendatang" Penghulu Besar Langgam, Nasrullah.
Peserta silaturahim sepakat untuk tidak mengungkap sebab-musabah Mubeslub LAMR itu dilaksanakan, karena telah banyak diceritakan termasuk saat silaturahim di rumah dinas gubernur. “Kami siap keluar dari LAMR jika hasil Mubeslub itu mentahkan,” kata sekretaris umum MKA Pelalawan Nurzefri.
Ketua MKA LAMR Riau Datuk Seri HR Marjohan Yusuf mengucapkan terima kasih atas dukungan sebelum dan setelah ini dari Pelalawan. “Tapi kami masih memerlukan doa dan tunjuk ajar dari Datuk-datuk sebagai wujud kebersamaan kita untuk menegakkan marwah Melayu ini,” katanya.
Bagi Riau sendiri, masyarakat adat Petalangan merupakan sesuatu yang istimewa karena merupakan kelompok masyarakat adat yang awal di daerah ini. Tergolong ke dalam proto-Melayu, keberadaan masyarakat adat Petalangan dapat ditelesuri 3.000 tahun sebelum masehi. Bersama Kerajaan Pelalawan, mereka bahu-membahu membangun masyarakat yang menjadi tapak dasar adat Melayu Riau. **Vol-1
Berita Terkait :
- Suasana Covid-19, Bandingkan Sidang Banmus DPRD Riau Dengan Sumbar0
- Bupati Kampar Bersma Gubri, Resmikan Tol Pekanbaru-Bangkinang, Sudah Bisa di Lalui Pemudik.0
- 250 Rumah Terendam, Sungai di Sengingi di Kuansing Meluap0
- Forkopimda Kunasing Ikut Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVI Se-Indonesia Secara Virtual0
- Harga TBS Turun, PKS Bisa Disanksi Tegas0
_Black11.png)









