- Aksi Panen Ilegal Nasrun Sitepu dan Kani di Kebun Agrinas Berlanjut, Perusahaan Kembali Tempuh Jalur
- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
Menhan AS Lloyd dan Prabowo Teken Kerja Sama Pertahanan

Menhan AS Lloyd Austin dan Menhan RI Prabowo Subianto. (AP/Willy Kurniawan)
Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd J Austin III dan Menhan RI Prabowo Subianto menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan atau Defense Cooperation Arrangement (DCA).
Kerja sama itu membuka peluang baru bagi kerja sama tingkat lanjut yang akan dijajaki antara Indonesia dengan negeri Paman Sam itu.
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan dalam forum The 10th ASEAN Defence Ministers' Meeting Plus atau The 10th ADMM-Plus di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (16/11).
"Menteri Prabowo dan saya baru saja menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang bersejarah di sela-sela ADMM-Plus di sini di Jakarta," kata Menteri Austin dalam keterangannya, Jumat (17/11).
Dalam perjanjian bilateral itu juga membahas cara untuk memperluas peluang pelatihan, meningkatkan pertukaran pendidikan, dan meningkatkan kesadaran ranah maritim.
"Hubungan pertahanan yang semakin mendalam antara Amerika Serikat dan Indonesia merupakan inti dari kemitraan strategis komprehensif yang baru ditingkatkan," imbuhnya.
Austin mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari latihan bersama terbesar yang pernah ada di Indonesia, yakni Super Garuda Shield pada September lalu. Ia menyebut dalam latihan itu terdapat tujuh negara peserta dengan 11 negara pengamat yang berkontribusi.
Austin selanjutnya juga menegaskan komitmen AS terhadap sentralitas ASEAN itu sebagai pilar utama dalam upaya AS untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
AS menurutnya juga telah menguraikan bagaimana kerja sama keamanan AS dengan para mitranya di ASEAN sehingga diharapkan mampu berkontribusi terhadap kawasan yang lebih stabil dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Menhan AS juga membahas soal dukungan negara mereka terhadap visi regional bersama. Ia juga memaparkan tantangan terhadap visi tersebut, termasuk aktivitas koersif RRC di Laut China Selatan (LCS), lalu krisis yang sedang berlangsung di Myanmar, aktivitas proliferasi Korea Utara yang mengganggu stabilitas, hingga konflik yang sedang berlangsung di Ukraina dan Timur Tengah.
Adapun dalam Sidang ADMM-Plus ke-10, dibahas sejumlah isu-isu terkini pada bidang pertahanan dan keamanan. Masing-masing perwakilan negara anggota ASEAN dan Negara Plus menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan bidang pertahanan dan keamanan, baik di tingkat regional maupun global.
Di akhir acara, Menhan RI Prabowo menggelar handover ceremony keketuaan ASEAN pada 2024. Diumumkan bahwa Laos akan menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Pertahanan Negara-negara anggota ASEAN dan ADMM-Plus pada tahun depan.(fit)**
Berita Terkait :
- Media Asing Soroti Kunjungan Jokowi ke AS Terkait Kerja Sama Mineral0
- Yordania hingga Saudi Tolak Usul Iran Embargo Minyak ke Israel0
- Erdogan di OKI: Perlu Gencatan Senjata Permanen, Bukan Cuma Jeda0
- Satu Keluarga WNI dari Gaza Selatan Palestina Berhasil Dievakuasi0
- Seberapa Panjang Jaringan Terowongan Metro Gaza Buatan Hamas?0
_Black11.png)









