- Performa Vivo Y22 untuk Pemakaian Kasual, Masih Layak Digunakan?
- Bhabinkamtibmas Petalongan Sambangi Lahan Cabai, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan
- Kambing Sehat, Anak Kuat, Negeri Mandiri: Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan dari Desa
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita Dukung Ketahanan Pangan
- Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan di Riau, LPS I Gelar Silaturahmi Perdana dengan Jurnalis Riau
- Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Mahasiswa Resmi Laporkan PT EPE ke Kejati Riau
- Kepala Kantor Perwakilan LPS 1 Silaturahmi Awak Media di Wilayah Riau
- Cabe, Jahe Merah, Sayur Tumbuh Subur: Bukti Nyata Sinergi Polsek - Warga Enok
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita di Desa Lintas Utara
- Bhabinkamtibmas Sambangi Peternakan Sapi di Desa Pengalihan
Menhub Klaim Jepang, Korea, dan Inggris Akan Investasi di Proyek MRT

VokalOnline.Com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan investor dari Jepang, Korea Selatan, dan Inggris akan berinvestasi dalam pembangunan MRT Jakarta.
Menurutnya, investasi itu akan disahkan di sela-sela KTT G20. Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta akan menjadi perwakilan Indonesia dalam penandatanganan kerja sama tersebut.
"Yang membanggakan adalah investornya tak hanya Jepang, tetapi Korea dan Inggris akan masuk sebagai konsorsium yang memberikan allowance. Kami rencanakan pada G20 akan ada signing," kata Budi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/11).
Budi telah melaporkan rencana rute empat fase MRT Jakarta. Fase pertama menghubungkan Lebak Bulus hingga Kota Tua.
Fase kedua akan menghubungkan Kota Tua ke Ancol. MRT Fase ketiga akan memiliki rute membalah dari sisi timur ke sisi barat Jakarta. Adapun tahap empat akan menghubungkan Fatmawati ke Taman Mini.
Budi menyampaikan MRT Jakarta menjadi bagian penting dari pembangunan transportasi massal perkotaan Indonesia. Menurutnya, berbagai transportasi massal di Jakarta akan menjadi percontohan untuk daerah lainnya.
"Dalam catatan bahwa kerugian secara akumulatif apabila angkutan massal tidak dilakukan, paling tidak terdapat kerugian Rp100 triliun dalam massa satu tahun. Oleh karana itu, cukup beralasan untuk dilakukan intensifikasi angkutan massal di semua kota," ucap Budi.
Sebelumnya, Budi menawarkan proyek transportasi massal di Indonesia ke investor dari sejumlah negara. Salah satu proyek yang ditawarkan Budi adalah MRT Jakarta.
Pada acara ASEAN di 28th ASEAN Transport Minister Meeting di Bali, Budi menawarkan proyek fase keempat MRT Jakarta ke Korea Selatan. Proyek perkeretaapian yang ditawarkan mencakup MRT Jakarta Fase 4, pengembangan LRT Jakarta, dan pengembangan LRT Bali.
"Kami sangat berharap Korea Selatan dapat berpartisipasi dalam pengembangan MRT Jakarta Fase 4 dan mengulang kerja sama baik yang pernah terjalin sebelumnya pada pengembangan LRT Jakarta fase pertama," ucap Budi seperti dilansir Antara, Selasa (18/10).**Syafira
Berita Terkait :
- Kabar XL Axiata PHK Karyawan Dibantah Manajemen0
- Bappebti Respons soal Kripto Diatur OJK dalam RUU PPSK0
- Jokowi Tetapkan Sanur Jadi Kawasan Ekonomi Khusus0
- KSPI Tidak Benar Ada PHK 45 Ribu Buruh Tekstil0
- Yuan Merosot Terus Menerus, Bank Sentral China Klaim Masih Stabil0
_Black11.png)









