- Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Keritang Lewat Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Sayur di Pengaliha
- DPD KNPI Kabupaten Indragiri Hilir Jajaki Sinergi Strategis Bersama Bawaslu Inhil
- Sat Binmas Polres Inhil Cek dan Dampingi Peternakan P2B di Lorong Bunga Padi
- Polsek Enok Dampingi Warga Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan
- Polsek Enok Ajak Warga Perbanyak Tanam Kunyit dan Serai di Pekarangan
- Polsek Keritang Gencar Monitoring Peternakan Sapi Kotabaru, Cegah Curnak dan Dukung Ketahanan Pangan
- Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen dan Tingkatkan Perekonomian
- Agrinas dan Talang Mamak Bersinergi, Pengelolaan Kebun Eks PT SAL Buka Lapangan Kerja
- Polsek Keritang Monitor Tanaman Padi Menjelang Panen
Menunggu Sidang Perusahaan Penjahat Lingkungan dari Kabupaten Siak

Lokasi kebakaran lahan yang pernah disegel oleh Polda Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Berkas perkara kebakaran lahan PT Berlian Mitra Inti (BMI) sudah dinyatakan lengkap sejak akhir tahun 2021. Hanya saja, perkara kejahatan lingkungan karena diduga sengaja membakar lahan untuk perkebunan ini belum maju ke pengadilan.
Perkara ini sempat menyita perhatian karena membuat udara di Riau, khususnya di Kabupaten Siak, sempat tercemar kabut asap. Pihak perusahaan juga melakukan sejumlah manuver sehingga menguras tenaga penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau untuk melengkapinya.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menyatakan penyidik sudah mendapatkan tanggal yang tepat untuk melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Riau.
"Infonya tanggal 15 Januari ini, kalau ada perubahan akan diinformasikan lagi," kata Sunarto, Rabu petang, 12 Januari 2022.
Dalam perkara ini, Polda Riau tidak menetapkan tersangka perorangan. Pasalnya, penyidik langsung menyeret perusahaan untuk diminta pertanggungjawabannya.
Untuk mewakili perusak di meja hijau nanti, penyidik sudah menetapkan Direktur PT BMI bernama Charles.
Menurut Sunarto, penyidik dan JPU sudah berkoordinasi terkait tahap dua perkara karhutla di Riau ini. Sunarto berharap tidak ada perubahan sehingga perusahaan bisa dimajukan secepatnya ke pengadilan.
Sebagai informasi, areal PT BMI yang terbakar ada 94,5 hektare. Kebakarannya terjadi pada tahun lalu di sejumlah blok, mulai dari G1 dan G2 hingga F1 sampai 3 di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.
Sejumlah saksi sudah diminta keterangan, termasuk ahli, direksi, pekerja perusahaan dan warga sekitar. Hasilnya, penyidik menduga PT BMI dengan sengaja membakar lahannya.
Dugaan ini menguat dari sarana dan prasarana pencegahan karhutla yang tidak ada di lokasi, sebut saja menara api serta alat pemadam.
Selama penyidikan berlangsung, penyidik tidak menemukan ada izin usaha perkebunan (IUP) PT BMI di areal terbakar. Penyidik juga sudah mengecek mengenai izin ini ke Dinas Perkebunan Riau.
Penyidik dalam kasus ini menerapkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal berlapis diterapkan agar PT BMI tidak lepas dari jeratan hukum.
Pasal yang digunakan antara lain Pasal 98 dan atau Pasal 99 ayat 1 juncto Pasal 116 ayat 1 juncto Pasal 118 ayat 1. Penyidik juga menerapkan Pasal 119. (syu)
Berita Terkait :
- Para Tersangka Mega Korupsi Jalan di Bengkalis Segera Diadili0
- Polda Riau Nyatakan Tidak Ada Kriminalisasi Ketua Kopsa-M0
- SETARA Institute Nyatakan Polres Kampar Kriminalisasi Petani Kopsa-M0
- Polda Riau Cari Waktu Tepat Limpahkan Dosen Unri Cabul ke Jaksa0
- Kades di Kepulauan Meranti Dituntut 2 Tahun Penjara0
_Black11.png)









