- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Meta hingga Twitter Kompak PHK, TikTok Malah Rekrut Karyawan Baru

VokalOnline.Com - TikTok masih membuka rekrutmen karyawan baru di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menerpa raksasa teknologi Meta selaku induk Facebook hingga Twitter.
Aplikasi video pendek tersebut berkomitmen untuk mempekerjakan 1.000 insinyur di kantor pusat yang berada di Mountain View, California, AS.
Target khusus ini terkait dengan tujuan perusahaan untuk memastikan data pengguna AS diawasi di tengah pengawasan di Washington terkait hubungan perusahaan induk TikTok, ByteDance, dengan China.
CEO TikTok Shou Zi Chew mengonfirmasi bahwa mereka masih membuka perekrutan karyawan meski saat ini banyak perusahaan teknologi diterpa badai PHK.
"Kami masih merekrut (karyawan). Walaupun, Anda tahu, dengan kecepatan yang menurut kami sesuai dengan tantangan global yang kami hadapi," katanya dalam sebuah konferensi pers minggu lalu,
Dalam situs resmi portal karier, TikTok saat ini mencantumkan lebih dari 4.000 posisi global yang dibuka. Namun, tidak jelas seberapa sering situs rekrutmen tersebut diperbarui. Kendati, Chew menjelaskan TikTok tidak bakal gegabah dalam perekrutan karyawan.
Di lain sisi, Meta Platforms Inc yang merupakan induk Facebook melakukan PHK terhadap lebih dari 11 ribu karyawan atau 13 persen dari total karyawannya.
Per akhir September, perusahaan mempekerjakan 87.314 karyawan. PHK massal itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak 18 tahun berdiri. Keputusan itu diambil di tengah lonjakan biaya dan pelemahan pasar iklan.
Untuk Twitter, sejak akuisisi Twitter dirampungkan Elon Musk, setidaknya 3.700 pekerja alias setengah pekerja di perusahaan tersebut terkena PHK.
Musk berdalih PHK tersebut adalah upaya meningkatkan laba perusahaan setelah mengambil pembiayaan utang yang signifikan untuk mendanai akuisisinya senilai US$44 miliar.
Teranyar, Amazon dikabarkan akan melakukan PHK kepada sekitar 10 ribu karyawannya. Isu itu pun dibenarkan oleh perusahaan pada Rabu (16/11).
PHK dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dan penurunan tajam permintaan. Padahal, banyak raksasa teknologi menambah staf selama pandemi.**Syafira
Berita Terkait :
- Panitia Soal Ricuh Munas Hipmi Ada Kesalahpahaman0
- BI Proyeksikan Inflasi Global Tembus 9,2 Persen Tahun Ini0
- ESDM Pede Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi DME Sedot Investasi Rp33 T0
- UMP 2023 Naik Maksimal 10 Persen Tak Bakal Ampuh Kerek Daya Beli0
- 2 Pertimbangan Menaker Batasi Kenaikan UMP 2023 Maksimal 10 Persen0
_Black11.png)









