- Bhabinkamtibmas Petalongan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Untuk Tanam Cabai
- Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Minta Dibebaskan, Nama Baik Dipulihkan
- Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Bersama Masyarakat Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara
- Prof Abdul Mu'ti Lepas Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Menuju Olimpiade Sains Internasional
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siap Dukung Renovasi Kantor DPD LVRI Riau
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- TIMNAS Spanyol juara Piala Dunia 2026
- Welah Hatta, Srikandi Indonesia di Balik Suksesnya Pesta Piala Dunia 2026
- Diduga Kebakaran di SPBU Harapan Jaya Pekanbaru Jadi Sorotan, Penyebab Masih Diselidiki
- PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Sukses Amankan Keandalan Listrik Riau Bhayangkara Run 2026
Panen Raya, Gubri Ajak Petani Tidak Tinggalkan Padi

VokalOnline.Com - Banyaknya kasus alih fungsi lahan dari sawah menjadi sawit atau bangunan, menjadi sorotan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.
"Tanaman padi ini jangan kita abaikan, karena kebutuhan pokok. Kalau padi bisa menyejahterakan petani, untuk apa pindah ke sawit," kata Gubri Syamsuar ketika berpidato pada acara Panen Raya di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar pada Selasa (10/01/2023).
Tanaman padi akan bisa mendatangkan hasil yang kompetitif jika produksinya di atas 5 ton per hektar.
"Kalau bisa di atas 5 ton apalagi 6 ton, harga sawit sampai Rp3 ribu pun, petani padi tak kalah. Malah bisa lebih untung dari sawit," ucap Gubri memberi semangat.
Untuk itu, Gubri mengajak para petani mengubah pola tanam dari panen setahun sekali menjadi minimal 2 kali dalam setahun. Lebih baik lagi 3 kali panen dalam setahun.
"Tapi tentu harus dipastikan dulu varietas apa yang cocok, misalnya P200 atau lainnya. Kita gunakan bibit unggul agar hasilnya lebih maksimal," tambah Gubri.
Gubri Syamsuar juga menyatakan siap membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas petani padi.
Seperti membangun irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) termasuk penyediaan pupuk bersubsidi.
Gubri juga mengajak Pemkab Kampar dan Balai Pertanian di bawah Kementerian PUPR untuk bersinergi membantu petani padi.
"Dulu Kampar ini salah satu lumbung padi di Riau. Banyak dulu sawah di Kampar," ungkap Gubri.
Saat berdialog dengan sejumlah petani padi, para petani menyatakan kesiapannya untuk beralih ke bibit unggul dan menggunakan pola tanam dua kali dalam setahun.
Namun para petani meminta sarana dan prasarana seperti irigasi, alsintan dan pupuk bersubsidi mendapat perhatian dari pemerintah.
Pada kesempatan itu, Gubri Syamsuar juga menyerahkan sejumlah sarana produksi padi kepada para petani, baik yang bersumber dari APBD Provinsi Riau maupun APBN.
Berita Terkait :
- Gempa Maluku Tenggara Barat Magnitudo 7,5 Dirasakan hingga Australia 0
- Peru Rusuh, 12 Orang Tewas saat Demonstran Coba Serbu Bandara 0
- Ukraina Gempur Balik Rusia: Mereka Langkahi Jasad Teman Sendiri0
- KPK Dikabarkan Tangkap Gubernur Papua Lukas Enembe 0
- Menanti Kejutan Mega dan Kalkulasi Usung Trah Sukarno di Pilpres 2024 0
_Black11.png)









