- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Sambangi Pekarangan Warga Dukung Program Ketahanan Pangan
- Dari Akar Mangrove hingga Paket Sembako, Kapolres Farouk Oktora Tebar Cinta untuk Terusan Kempas
- Dari Lorong Petern ke Meja Dapur, Polsek Enok Kawal Cabai dan Jahe Merah Warga
- Polsek Enok Kolaborasi dengan Guru SMPN 2 Enok, Cabai di Desa Pegalihan Jadi Bukti Aksi Nyata
- Bhabinkamtibmas Desa Kotabaru Seberida Sambangi Peternakan Ayam Kampung
- Dari Pengaduan ke Facebook, Polsek Kateman Tegas Berantas Narkoba
- Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis
Pedagang Gorengan Di Pasar Banyumas Terancam Gulung Tikar
Mahal dan Langkanya Minyak Goreng

Minyak Goreng Langka
LAMPUNG (Vokalonline.com) – Kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng berdampak terhadap kegiatan ekonomi para pelaku usaha kecil di pasar Banyumas Kabupaten Pringsewu, Minggu (6/2/22).
Minyak kemasan 2kg yang semula Rp.20rbu kini tembus hingga mencapai harga Rp.40rbu.
Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan menjerit dan terancam gulung tikar.
Murni (35) penjual gorengan di pasar Banyumas mengungkapkan, kendati harga minyak goreng mahal, tidak mengurangi ukuran dari setiap gorengan yang dijualnya, dilansir dari halaman beritanasional.id.
Dirinya konsisten untuk menjaga pelanggan tidak menaikkan harga atau mengurangi gorengan yang dijualnya.
Murni mengaku dirinya tidak dapat memastikan sampai kapan bertahan dengan kondisi seperti ini.
Jika harga minyak goreng terus naik, maka dapat dipastikan usaha yang dirintisnya sebagai sumber pendapatan keluarganya itu akan gulung tikar.
Tidak hanya mahalnya minyak goreng. Termasuk kelangkaan minyak tersebut Murni mengaku sulit untuk mendapatkannya.
” Harga minyak goreng disini mencapai Rp.37,38,40 paling tinggi, tapi barang kosong. Aku sudah pusing, enggak tahu besok masih bisa dagang atau enggak. selain mahal, dimana-mana sudah enggak ada barang. ini aja cuma dapat 14 bungkus dengan harga Rp.32rb, kalo kemaren Rp.40rb yang merek Bimoli. Besok aku enggak dagang kalo enggak dapat minyak. Hal ini terjadi sejak 3bulan terakhir ini. Minyak curah saja dari hary Rp13rb, meroket sampai tembus 19rb. Kalo minyak kemasan dari harga 12rb sampai 19rb, ada juga yang tembus 20rb perliter, “ungkap Murni.
Murni juga meminta kepada pihak pemerintah untuk menyetabilkan kembali harga minyak goreng dipasaran.
Diakui olehnya, minyak goreng yang mengalami kenaikan drastis menjadi salah satu kendala pada usaha yang dijalankannya karena minyak goreng merupakan bahan utama untuk dirinya untuk dapat terus berjualan.
” Mihon kepada pemerintah untuk kembali menyetabilkan harga. Supaya kami penjual gorengan tidak cemas untuk terus menggeluti usaha jualan gorengan, “tutupnya.**Vol/Ivn
Berita Terkait :
- Kasus Covid-19 Bertambah 33.729 Hari Ini, DKI Jakarta Penyumbang Terbanyak0
- Jebol Diterjang Ombak Jembatan Dermaga Kapal Eksekutif Merak0
- Kemenkes Coret 5 Obat Covid dari Daftar Paket0
- Ganjar Pranowo Mengalami Kecelakaan dan Dilarikan ke Rumah Sakit0
- Covid19 Melonjak, Presiden Hadiri HPN di Kendari Secara Daring 0
_Black11.png)









