- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Pelayanan Prima Polri, SKCK hingga BPKB Kini Lebih Cepat, Mudah, dan Bebas Korupsi

Meranti, VokalOnline.Com - Polres Kepulauan Meranti gencar melakukan sosialisasi call center 110 sebagai respons cepat terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Layanan aduan bebas pulsa ini beroperasi 24 jam, memastikan setiap keluhan dan laporan dapat ditindaklanjuti secara instan oleh aparat kepolisian.
Sosialisasi ini digelar di Mapolres Meranti bersama perbankan dan pelaku usaha minimarket dalam program 'Jumat Curhat'. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Kompol Maitertike.
Pada kesempatan itu, Kompol Maitertika juga mengingatkan pihak perbankan dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian, penipuan digital, scamming ATM, serta pentingnya CCTV dalam menunjang keamanan.
"Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergitas dengan Polres Kepulauan Meranti guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif," kata Kompol Maitertika.
Maitertika mengatakan call center 110 merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam membangun hubungan yang harmonis dan transparan dengan Perbankan dan pelaku usaha minimarket.
"Kebutuhan peningkatan patroli pada jam rawan, minimnya penerangan di sejumlah minimarket, serta ancaman kejahatan perbankan seperti penipuan digital dan skimming ATM, menunjukkan masih adanya potensi kerawanan yang perlu menjadi atensi bersama," imbuhnya.
Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya pelaporan cepat, sehingga diharapkan dapat mempercepat respons Polri terhadap gangguan kamtibmas dan meminimalisir dampak kejadian.
"Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan komunikasi dua arah antara Polres dan pelaku usaha, sehingga dapat menjadi sarana deteksi dini sekaligus pemecahan masalah terkait keamanan lingkungan kerja," pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









