- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Pelayanan Prima Polri, SKCK hingga BPKB Kini Lebih Cepat, Mudah, dan Bebas Korupsi

Meranti, VokalOnline.Com - Polres Kepulauan Meranti gencar melakukan sosialisasi call center 110 sebagai respons cepat terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Layanan aduan bebas pulsa ini beroperasi 24 jam, memastikan setiap keluhan dan laporan dapat ditindaklanjuti secara instan oleh aparat kepolisian.
Sosialisasi ini digelar di Mapolres Meranti bersama perbankan dan pelaku usaha minimarket dalam program 'Jumat Curhat'. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Kompol Maitertike.
Pada kesempatan itu, Kompol Maitertika juga mengingatkan pihak perbankan dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian, penipuan digital, scamming ATM, serta pentingnya CCTV dalam menunjang keamanan.
"Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergitas dengan Polres Kepulauan Meranti guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif," kata Kompol Maitertika.
Maitertika mengatakan call center 110 merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam membangun hubungan yang harmonis dan transparan dengan Perbankan dan pelaku usaha minimarket.
"Kebutuhan peningkatan patroli pada jam rawan, minimnya penerangan di sejumlah minimarket, serta ancaman kejahatan perbankan seperti penipuan digital dan skimming ATM, menunjukkan masih adanya potensi kerawanan yang perlu menjadi atensi bersama," imbuhnya.
Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya pelaporan cepat, sehingga diharapkan dapat mempercepat respons Polri terhadap gangguan kamtibmas dan meminimalisir dampak kejadian.
"Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan komunikasi dua arah antara Polres dan pelaku usaha, sehingga dapat menjadi sarana deteksi dini sekaligus pemecahan masalah terkait keamanan lingkungan kerja," pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









