Pemkab Kuansing Percepat Gerakan Zero Stunting Tahun Depan

Publisher Vol/Syu Daerah
29 Mei 2022, 13:56:42 WIB
Pemkab Kuansing Percepat Gerakan Zero Stunting Tahun Depan

Kuansing, VokalOnline.Com - Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten kuantan Singingi tahun 2022, Plt Bupati Suhardiman Amby AK MM hadir dan sekaligus membuka secara resmi acara rembuk stunting tingkat kabupaten, Jumat (27/5 2022).

Kegiatan dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati yang dihadiri oleh Forkopimda, Sekretaris Wakil Ketua ll DPRD Kuantan Singingi Daerah, asisten Staf ahli, Kepala OPD, Badan, Ketua TP PKK Kabupaten Kuantan Singingi, camat Kepala Desa, serta organisasi lainya. 

Tujuan kegiatan ini menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting. Kemudian mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten.

Suhardiman menyampaikan, Pemkab Kuansing menyatakan komitmen terhadap pencegahan stunting dan menjadi fasilitas untuk menemukan permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan program percepatan penurunan stunting sehingga pelaksanaan aksi kompetensi integrasi dan efisien di Kabupaten Kuantan Singingi. 

"Kemudian sering disebut dengan kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dalam pertumbuhan anak dibawah 5 tahun akibat dari kekurangan gizi kronis," tambahnya. 

Sebagaimana diketahui bersama berdasarkan data survei SSI ini dari Kementerian Kesehatan bahwa prevalensi stunting di kabupaten Kuantan Singingi  tahun 2021 yang lalu  berada pada angka 22,4% atau menurun sekitar 7%, sementara data dari Puskesmas masih terdapat kasus bayi yang mengalami stunting atau kekurangan gizi kronis tahun 2021 dengan jumlah 1.729  atau 6,65%.

Sebagian besar kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dan  jumlah serta kualitas gizi, dan  seringkali tidak beragamnya makanan yang dikonsumsi, hal lain yang juga berpengaruh pada perkembangan anak,sehingga penurunan starting menjadi isu yang perlu untuk diberikan intervensi di mana dalam RPJMD.

Selanjutkan pada pembacaan komitmen dan kesepakatan penurunan Stunting tingkat kabupaten disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Dedy Sambudi SKM MKes.

"Kita harus berupaya bagaimana nantinya meningkatkan penanggulangan starting di tingkat yang dimulai dari Desa sampai dengan tingkat kabupaten, seluruh Lini terlibat mulai dari kepala desa sampai dengan kepala daerah, untuk penanggulangan stunting harus secara bersama-sama," katanya. 

"Jadi, tidak ada tidak hanya Dinas Kesehatan saja ada 10 OPD yang terlibat di dalam penanggulangan   mulai dari dinas PUPR  menyiapkan air bersih sanitasi yang  yang baik kemudian ada Dinas KB ada dinas pertanian tanaman pangan, ada dinas Bappeda, lingkungan hidup, perikanan dan sebagainya ini semua juga memerlukan kerjasama yang baik di samping ada dukungan dari organisasi profesi dan ketua tim penggerak PKK kabupaten Kuantan Singingi," ujar Dedy Sambudi.

"Kepada bapak bupati perlu juga diketahui  bahwa apabila kita memenuhi dari penanggulangan Stunting secara baik dan sesuai target ada sanksi yang diberikan kepada kita yaitu adalah penundaan pembayaran  gaji kepala daerah," tambah Dedy Sambudi.

Kemudian Kepada Dinas Kesehatan kami juga sampaikan bahwa beberapa inovasi yang ingin kami laksanakan nantinya yaitu bagaimana kita bisa mensosialisasikan stunting melalui media promosi kesehatan melalui media, nanti bisa dilakukan melalui radio iklan dan termasuk juga pemasangan stiker pada seluruh kendaraan ambulans kesehatan. (rusman) 

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment