- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Pemkab Meranti Gelar Advokasi Perilaku Orientasi Seksual Menyimpang

MERANTI, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) melakukan Advokasi Perencanaan Perilaku Orientasi Seksual Menyimpang di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Advokasi tersebut dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar yang melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sudandri Jauzah, SH, di Aula Kantor Bupati Meranti, Selatpanjang, Rabu (29/11/2023).

"Tugas menciptakan lingkungan yang aman pada remaja dari perilaku menyimpang bukanlah mengarah pada diskriminasi, tetapi upaya menjaga kesejahteraan dan keamanan," katanya.
Dia menambahkan pentingnya untuk membangun pemahaman bersama tentang nilai dan norma yang ada di masyarakat.
"Edukasi yang holistik akan membantu mengurangi ketidaksetujuan dan meningkatkan toleransi di antara remaja," tambahnya.
Sudandri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, melindungi, dan memahami keberagaman di antara remaja.
"Melalui dialog terbuka, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk mewujudkan kesejahteraan bersama," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Desy Mustika, menjelaskan advokasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemerintah, masyarakat, terkait LGBT dengan pendekatan yang menghormati hak asasi manusia.
"Upaya pencegahan ini dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat, untuk menekan berkembangnya paham LGBT di Kabupaten kepulauan meranti," jelas Desy.
Kegiatan ini diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah, kepala sekolah dan guru, perwakilan organisasi dan pengasuh Pondok pesantren.
Hadir sebagai narasumber Dra. Risdayati, M.Si dari Yayasan Intan Payong Provinsi Riau sekaligus Dosen UNRI dan dr. Nuzki Yofanda.(Bom)
Berita Terkait :
- Forkopimda Pemkab Meranti Gelar Silaturahmi dengan Insan Pers0
- Silaturahmi Forkopimda, Kapolres Kepulauan Meranti Ajak Wartawan Ikut Lomba Jurnalistik Polda Riau0
- Gelar Binrohtal, Baznas Apresiasi Polres Kepulauan Meranti Rutin Bayar Zakat Profesi0
- Polsek Merbau Kembali Laksanakan Program Sobat Kamis Berkah, Bantu Dua Bayi Penderita Stunting0
- Panitia KLB Buka Pendaftaran Calon Ketua dan Calon Ketua DKP PWI Riau0
_Black11.png)








