- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
Pemkab Meranti Gelar Lokalatih 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

MERANTI, VokalOnline.Com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, diwakili Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fahri, S.KM, membuka Lokakarya dan Pelatihan (Lokalatih) 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2023, di Grand Meranti Hotel, Kamis (24/3/2023).
Kegiatan tersebut merupakan program pendampingan dan advokasi yang dilaksanakan oleh PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kadis Kesehatan M. Fahri yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kepulauan Meranti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
"Terima kasih atas program pendampingan dan advokasi yang dilakukan, semoga kerjasama dan kolaborasi ini dapat mewujudkan Kabupaten Meranti maju, cerdas dan bermartabat," ujar Fahri.
Dia menyebutkan, sejak dilaksanakan kesepakatan bersama antara Pemkab Kepulauan Meranti dengan PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta, hingga hari ini, banyak hal-hal positif didapatkan. Terutama disahkannya dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Meranti yang pertama disahkan dari 4 kabupaten. Yakni, Meranti, Siak, Pelalawan dan Kampar," ungkapnya.
Koordinator Program Kesehatan PT RAPP Purwo Widi Astanto, menjelaskan pihak perusahan cukup konsen dalam masalah stunting. Karena menurutnya, hal itu bisa berdampak serius pada generasi yang akan datang.
"Serta akan mengakibatkan turunnya kualitas bagi para pekerja yang mendaftar di perusahaan kedepannya," kata Widi. (Bom)**
Berita Terkait :
- Pemkab Meranti Laksanakan Senam Pagi Setiap Kamis0
- Buaya Muncul Di Parit Warga Panik, Seekor Buaya Dilumpuhkan Warga0
- Kamis Barokah, Lagi Dua Balita Penderita Stunting di Merbau dapat Bantuan dari Kapolsek0
- Peringati HUT RI ke-78, Polres Inhu Tanam 3500 Pohon0
- Besok Menkominfo Akan ke Riau, Bertemu Kades hingga UMKM 0
_Black11.png)









