- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
Pemkab Meranti Gelar Lokalatih 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

MERANTI, VokalOnline.Com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, diwakili Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fahri, S.KM, membuka Lokakarya dan Pelatihan (Lokalatih) 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2023, di Grand Meranti Hotel, Kamis (24/3/2023).
Kegiatan tersebut merupakan program pendampingan dan advokasi yang dilaksanakan oleh PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kadis Kesehatan M. Fahri yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kepulauan Meranti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
"Terima kasih atas program pendampingan dan advokasi yang dilakukan, semoga kerjasama dan kolaborasi ini dapat mewujudkan Kabupaten Meranti maju, cerdas dan bermartabat," ujar Fahri.
Dia menyebutkan, sejak dilaksanakan kesepakatan bersama antara Pemkab Kepulauan Meranti dengan PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta, hingga hari ini, banyak hal-hal positif didapatkan. Terutama disahkannya dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Meranti yang pertama disahkan dari 4 kabupaten. Yakni, Meranti, Siak, Pelalawan dan Kampar," ungkapnya.
Koordinator Program Kesehatan PT RAPP Purwo Widi Astanto, menjelaskan pihak perusahan cukup konsen dalam masalah stunting. Karena menurutnya, hal itu bisa berdampak serius pada generasi yang akan datang.
"Serta akan mengakibatkan turunnya kualitas bagi para pekerja yang mendaftar di perusahaan kedepannya," kata Widi. (Bom)**
Berita Terkait :
- Pemkab Meranti Laksanakan Senam Pagi Setiap Kamis0
- Buaya Muncul Di Parit Warga Panik, Seekor Buaya Dilumpuhkan Warga0
- Kamis Barokah, Lagi Dua Balita Penderita Stunting di Merbau dapat Bantuan dari Kapolsek0
- Peringati HUT RI ke-78, Polres Inhu Tanam 3500 Pohon0
- Besok Menkominfo Akan ke Riau, Bertemu Kades hingga UMKM 0
_Black11.png)









