- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Pemkab Siak Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
Infotorial Pemkab Siak

Wakil Bupati Siak bersama jajaran forkompinda dan organisasi perangkat daerah usai penetapan status siaga darurat karhutla.
Siak, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhitung sejak 16 April hingga 30 November 2025 meskipun cuaca masih diselingi dengan hujan.
Wakil Bupati Siak, Husni Merza, usai rapat bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah, camat, dan instansi terkait di Kompleks Perumahan Abdi Praja Siak, Rabu, mengatakan langkah antisipatif tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Hari ini kita sepakati bersama menetapkan status siaga darurat karhutla di Kabupaten Siak mulai 16 April sampai 30 November 2025, dan saya minta besok surat keputusannya sudah dikeluarkan," kata Husni.
Wabup lebih lanjut menyoroti pentingnya peran camat dan penghulu (kepala desa), terutama di wilayah rawan karhutla, agar aktif memberikan sosialisasi bahaya kebakaran kepada masyarakat. Hal itu dengan membuat spanduk dan baliho peringatan.
Ia juga menginstruksikan agar dilakukan rapat koordinasi khusus di tingkat kecamatan untuk memastikan kesiapan desa. Termasuk pengecekan peralatan pemadam dan kesiapsiagaan relawan.
“Desa rawan maupun yang tidak rawan harus dicek peralatan penanganan karhutlanya tersedia dan berfungsi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Siak, Heriyanto, menyampaikan berdasarkan data dari Januari hingga 14 April 2025, Kabupaten Siak menempati urutan keempat di Provinsi Riau dalam hal luas lahan terbakar yaitu sebesar 7,9 hektare.
Kecamatan yang sering terjadi karhutlayaitu Sungai Apit (6,4 ha), disusul Kecamatan Siak (1 ha), Tualang (0,4 ha), dan Kandis (0,1 ha). BPBD Siak juga telah menyiapkan sarana-prasarana dan personel gabungan dari Polri, TNI, Manggala Agni, dan BPBD dengan total sekitar 497 personel.
“Yang membuat kita kesulitan itu adalah air, tanah gambut, dan angin. Jadi lebih baik kita tangani yang kecil sebelum api melebar, dan mohon jangan didiamkan,” pesannya.(Infotorial)
Berita Terkait :
_Black11.png)









