- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
Pengalihan Lalu Lintas Situasional Saat Aksi 2502 di Kedubes India
.jpg)
Ilustrasi.
Jakarta, VokalOnline.Com - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pengalihan arus lalu lintas di depan Kedutaan Besar India terkait aksi 2502 masih bersifat situasional.Aksi 2502 itu digelar oleh PA 212 pada Jumat (25/2) hari ini sebagai bentuk solidaritas untuk umat Muslim India.
"Pengalihan arus situasional melihat perkembangan jumlah massa dan situasi," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Jumat (25/2). Sambodo belum menjelaskan lebih lanjut soal rekayasa arus lalu lintas jika mesti dilakukan penutupan jalan. Ia hanya menyampaikan bahwa aksi demo akan digelar mulai siang nanti. "Rencana nanti di Kuningan, setelah Jumatan," ucap Sambodo.
Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin menegaskan bahwa aksi 2502 jadi digelar pada hari ini."Insyaallah hari ini jadi," kata Novel.
Sebelumnya, Novel menyampaikan ada beberapa tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, meminta pemerintah menghapus aturan pelarangan hijab bagi umat Islam di India.
Kemudian, meminta kepada pemerintah RI untuk memutuskan hubungan diplomatik bila India tidak menghentikan aturan pelarangan jilbab.
"Meminta kepada pemerintah Indonesia agar pro aktif terhadap pembelaan terhadap umat Islam di India," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/2). India menjadi sorotan setelah diduga menerapkan kebijakan yang mendiskriminasi umat Muslim di negara itu.
Sejumlah siswi di India sempat menggelar demonstrasi dengan belajar di luar sekolah karena tak diperbolehkan masuk gedung jika memakai kerudung atau hijab.
Bank India, UCO Bank's Mansoor Chowk, di Begusarai Bihar juga diduga menolak melayani seorang wanita karena dia mengenakan hijab.**vol/jn
Berita Terkait :
- Wabub Bengkalis Dampingi Kemenko Polhukam Tinjau Abrasi Pulau Muntai0
- LAM Riau Dukung Pihak yang Polisikan Menteri Agama0
- Anjing Menggonggong, Petanda Ada Iblis Lewat0
- Kapolri : Tak Usah Takut, Patuhi Prokes dan Vaksin0
- Pemilu Serentak 2024 Ditunda, Ini Alasan Cak Imin0
_Black11.png)









