- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
Pengamat Ekonomi Riau Optimis Ganjar Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
Viator : Rekam Jejaknya Bersih-Mumpuni

Pengamat ekonomi dari Riau, Dr Viator Butar-butar.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pengamat ekonomi dari Riau, Dr Viator Butar-butar, meyakini pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD bisa mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata sebesar 7 persen.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan untuk mempercepat perluasan dan pertumbuhan kesempatan kerja (employment growth).
“Sangat optimistis, achievable dan dapat diwujudkan. Target pertumbuhan ekonomi 7 persen per tahun untuk periode 2024-2029 itu realistis,” kata mantan Wakil Ketua Umum Bidang Percepatan Pembangunan Daerah dan Kerjasama Ekonomi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Riau periode 2011 -2021 ini saat dihubungi, Jumat (12/8/2023).
Viator mengatakan, pasangan Ganjar dan Mahfud mempunyai track record atau rekam jejak positif dalam mereformasi birokrasi yang bersih tanpa pungli (pungutan liar, red) serta penegakan hukum yang tegas. Dua hal tersebut menurutnya sangat penting dalam upaya memperbaiki iklim investasi.
“Yang nanti diperlukan adalah perbaikan iklim investasi. Kepastian hukum dan pemberantasan pungli, serta konsistensi pemberantasan korupsi akan menjadi salah satu aspek yang mendorong perbaikan iklim usaha dan investasi. Pasangan Ganjar dan Mahfud punya track record positif dalam hal tersebut,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Viator, Ganjar Pranowo juga mempunyai rekam jejak positif dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Semasa menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar menunjukkan inovasi yang berdampak signifikan agar UMKM bisa naik kelas.
Beberapa inovasi yang digagas Ganjar untuk meningkatkan kesejahteraan antara lain, program Lapak Ganjar yang memberikan sentuhan baru dalam pemasaran e-commerce, program pelatihan UMKM secara bertahap, dan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Mantan dosen Universitas Riau (UNRI) ini mengatakan strategi Ganjar dalam memajukan UMKM dianggap layak untuk di eskalasi secara nasional. Pengembangan UMKM wajib didukung karena merupakan pilar ketahanan perekonomian nasional dan terbukti ketika terjadi krisis global economy pada 1997, 2008 dan saat COVID-19 lalu.
“Rancangan ekonomi Ganjar-Mahfud uuntuk mendorong dan meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian nasional sangat jitu dan tepat,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan dia berharap pasangan Ganjar-Mahfud akan memperbaiki aspek dalam ease of doing business serta memperhatikan aspek management processes dan business development untuk bisa mempercepatan pengembangan UMKM.
“Restrukturisasi dan industrialisasi juga perlu digesa terkhusus melalui hilirisasi menyeluruh mencapai end products,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar-Mahfud menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7 persen setiap tahun, sebagai strategi supaya Indonesia dapat keluar dari jebakan kelas menengah (middle Income trap).
Untuk mencapai tingkat pertumbuhan tersebut, keduanya berencana meningkatkan peran koperasi dan UMKM, mendukung usaha baru di seluruh wilayah Indonesia, serta memanfaatkan infrastruktur, ekonomi digital, pengelolaan ekonomi hijau-biru, dan meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur sekitar 7,5 - 8 persen.
Ganjar juga akan mengoptimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mempercepat industrialisasi dan investasi. Selain itu, Ganjar juga mendukung penuh upaya hilirisasi industri agar Indonesia mandiri di bidang ekonomi.***
Berita Terkait :
_Black11.png)









