- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
PLN Ungkap Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dialihkan ke Kompor Listrik

Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan pemerintah berencana mengalihkan subsidi LPG 3 kg ke kompor listrik karena dinilai lebih meringankan keuangan negara. (PLN).
Jakarta, VokalOnline.Com - Pemerintah dan PT PLN (Persero) mengkaji untuk mengalihkan subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg ke kompor induksi atau kompor listrik.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perubahan ini bertujuan untuk mempercepat penambahan pengguna kompor listrik di dalam negeri. Sehingga ia ingin anggaran untuk subsidi LPG 3 kg dialihkan.
"Kami menggodok program dengan pemerintah bagaimana tadinya subsidi untuk LPG bisa direalisasikan untuk mempercepat penggunaan kompor induksi baik ini untuk pembelian kompor listriknya dan utensilnya sehingga di sini ada pergerseran penggunaan," ujarnya dalam Rapat PMK melalui Youtube Komisi VI yang dikutip Kamis (16/6).
Menurutnya, target penambahan pengguna kompor listrik bisa mencapai 15 juta rumah tangga di tahun ini. Namun, ini tidak bisa dicapai jika tidak ada dukungan subsidi anggaran dari pemerintah sehingga muncul ide untuk menggeser dana subsidi.
Apalagi, dengan mengubah subsidi energi LPG 3 kg ke kompor induksi akan lebih menghemat keuangan negara. Ia menjelaskan, untuk pengadaan kompor listrik dana yang dibutuhkan hanya Rp10.350 per ekuivalen, sedangkan untuk subsidi LPG dibutuhkan sebesar Rp18 ribu per kg.
"Jadi per kg (LPG) dan listrik ekuivalen sekitar Rp7 ribu (hemat). Ini yang sedang kami godok dengan pemerintah," kata dia. Sebab itu, ia berharap ada dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk pergeseran skema subsidi ini.
"Nah ini sedang kami godok apabila ada masukan PMN digunakan untuk menjadi proyek percontohan transisi dari LPG ke kompor induksi akan segera dimasukkan (ke rencana anggaran PLN)," jelasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Telkom Ingin NeuCentrIX Jadi Pusat Ekosistem Digital0
- Silaturrahmi dan Sosialisasi Manfaat program BPJS kepada wartawan diKuansing0
- Bakti Sosial, Karamil02/KT Bagikan Sembako0
- Kemarin, Stasiun Matraman Akan Dioperasikan Hingga Miss Global 20220
- Penyelenggaraan Miss Global 2022 Bangkitkan Sektor Parekraf di Bali0
_Black11.png)









