- Aksi Panen Ilegal Nasrun Sitepu dan Kani di Kebun Agrinas Berlanjut, Perusahaan Kembali Tempuh Jalur
- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
Polres Kep . Meranti Himbau Tidak Menjual Mainan Pistol Peluru Plastik
.jpg)
Meranti, VokalOnline.Com - Sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1444 H tahun 2023. Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Himbauan kepada pemilik toko permainan anak anak di kota Selatpanjang, Kamis (13/4).
Kegiatan himbauan tersebut sebagai langkah antisipasi beredarnya penjualan permainan pistol berpeluru plastik. Kasat Intelkam Polres Kep. Meranti melalui Pejabat Sementara Kepala Unit Keamanan Bripka Robianto mengatakan, kita melakukan giat himbauan kepada pemilik toko mainan anak anak agar tidak menjual Pistol mainan yang menggunakan peluru plastik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Hari Raya Idul fitri.
"Ya, ini sebagai bentuk antisipasi kamtibmas selama Hari Raya Idul Fitri. Permainan pistol berisikan peluru plastik ini selain membahayakan anak anak juga menimbulkan kerawanan dan keresahan masyarakat," kata Bripka Robianto.
Seperti tahun perayaan sebelumnya, ucap Robianto, permainan pistol plastik ini sering dijual mendekati hari raya besar umat Islam. Pistol ini dijadikan permainan perang bagi anak anak dan para remaja di tempat umum pada saat Hari Raya.
Dikatakan Robianto, perang pistol plastik ini selain menganggu aktifitas perayaan juga menimbulkan kerawanan seperti terjadi nya tawuran antar kelompok remaja.
"Kita sudah menjumpai langsung pemilik toko permainan anak anak. Pemilik toko bersedia untuk tidak menjual pistol plastik dan menempel poster tidak menjual pisto di depan toko," sebut Robi.
Sementara, pemilik toko yang sudah mendapatkan himbauan dari pihak Kepolisian, toko Sayang Anak dan toko Ati mengikuti arahan dan himbauan yang sudah disampaikan.
"Ya, kita sudah tempel kertas tulisan di depan toko. Toko kita tidak menjual mainan pistol peluru plastik menjelang hari raya ini," kata salah seorang pemilik toko.(Bom)
Berita Terkait :
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Pertikaian Elit Politik Riau, Saiman: Hentikanlah, Tak Ada Manfaat Bagi Masyarakat 0
- Danramil Bersama Disprindag Pantau Langsung Kebutuhan Bahan Pokok Jelang Lebaran0
- Sobat Si Dul Polsek Rangsang Bantu Balita Stunting di Tanah Merah0
_Black11.png)









