- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Polres Kep . Meranti Himbau Tidak Menjual Mainan Pistol Peluru Plastik
.jpg)
Meranti, VokalOnline.Com - Sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1444 H tahun 2023. Polres Kepulauan Meranti melaksanakan Himbauan kepada pemilik toko permainan anak anak di kota Selatpanjang, Kamis (13/4).
Kegiatan himbauan tersebut sebagai langkah antisipasi beredarnya penjualan permainan pistol berpeluru plastik. Kasat Intelkam Polres Kep. Meranti melalui Pejabat Sementara Kepala Unit Keamanan Bripka Robianto mengatakan, kita melakukan giat himbauan kepada pemilik toko mainan anak anak agar tidak menjual Pistol mainan yang menggunakan peluru plastik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Hari Raya Idul fitri.
"Ya, ini sebagai bentuk antisipasi kamtibmas selama Hari Raya Idul Fitri. Permainan pistol berisikan peluru plastik ini selain membahayakan anak anak juga menimbulkan kerawanan dan keresahan masyarakat," kata Bripka Robianto.
Seperti tahun perayaan sebelumnya, ucap Robianto, permainan pistol plastik ini sering dijual mendekati hari raya besar umat Islam. Pistol ini dijadikan permainan perang bagi anak anak dan para remaja di tempat umum pada saat Hari Raya.
Dikatakan Robianto, perang pistol plastik ini selain menganggu aktifitas perayaan juga menimbulkan kerawanan seperti terjadi nya tawuran antar kelompok remaja.
"Kita sudah menjumpai langsung pemilik toko permainan anak anak. Pemilik toko bersedia untuk tidak menjual pistol plastik dan menempel poster tidak menjual pisto di depan toko," sebut Robi.
Sementara, pemilik toko yang sudah mendapatkan himbauan dari pihak Kepolisian, toko Sayang Anak dan toko Ati mengikuti arahan dan himbauan yang sudah disampaikan.
"Ya, kita sudah tempel kertas tulisan di depan toko. Toko kita tidak menjual mainan pistol peluru plastik menjelang hari raya ini," kata salah seorang pemilik toko.(Bom)
Berita Terkait :
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Gubri Syamsuar Mediasi PT PEU Dengan Masyarakat Kabun dan Tapung0
- Pertikaian Elit Politik Riau, Saiman: Hentikanlah, Tak Ada Manfaat Bagi Masyarakat 0
- Danramil Bersama Disprindag Pantau Langsung Kebutuhan Bahan Pokok Jelang Lebaran0
- Sobat Si Dul Polsek Rangsang Bantu Balita Stunting di Tanah Merah0
_Black11.png)









