- Bhabinkamtibmas Petalongan Polsek Keritang Sambangi Kebun Gambas, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Spanduk Bilo Ngonten Viral, Warga Minta Pemkab Siak dan PT EPE Bertanggung Jawab atas Jalan Rusak
- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Tekankan Disiplin, dan Pelayanan 110
- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
Potensi Untung Besar Jika Lakukan Investasi di IKN Kaltim
Investasi Cuan di IKN Kaltim

Perencana Keuangan mengungkapkan potensi cuan investasi dari ibu kota baru jika investor memarkir duit di properti, pembangunan hotel, sekolah, hingga minimarket.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pemerintah akan memulai pembangunan fisik untuk ibu kota baru (IKN) di Kalimantan Timur pada semester II 2022. Artinya, kurang dari empat bulan proyek raksasa itu bakal benar-benar dimulai.
Mengutip ikn.go.id, Jumat (4/2), seluruh kantor pemerintah mulai dari istana kepresidenan, kantor kementerian, gedung DPR/MPR akan pindah ke Kalimantan Timur.
Setidaknya, pemerintah akan memindahkan 500 ribu pegawai negeri sipil (PNS) kementerian dan lembaga ke ibu kota baru.Jika dilihat dari kaca mata investor, IKN mungkin bisa menjadi ladang baru untuk mendapatkan cuan. Soalnya, PNS pasti akan memboyong istri hingga anak-anak mereka ke Kalimantan Timur.
Lantas, jenis investasi apa saja yang berpotensi mendatangkan keuntungan di ibu kota baru?
1. Properti
Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid mengatakan bisnis properti cukup menarik di ibu kota baru. Pasalnya, ratusan ribu PNS akan pindah ke Kalimantan Timur.
Aidil mengatakan PNS tersebut akan membawa keluarga ke ibu kota baru. Dengan demikian, mereka butuh tempat tinggal layak di Kalimantan Timur.
"Sekarang ibu kota baru belum ada apa-apa, jadi sekarang (beli) tanah dulu, kan nanti orang-orang pindah," ucap Aidil kepada CNNIndonesia.com.
Namun, ia mengingatkan untuk memeriksa harga tanah dengan detail. Sebab, harga di Kalimantan Timur sudah naik 'gila-gilaan' karena proyek ibu kota baru.
"Kalau sudah tidak masuk akal sebaiknya tidak dipaksakan. Misalnya Rp20 juta per meter, itu kan tidak masuk akal, kalau masih kisaran Rp500 ribu itu masih memungkinkan," ungkap Aidil.
Setelah harga dirasa cocok dengan kantong, investor sebaiknya cepat-cepat membeli. Sebab, harga tanah di Kalimantan Timur berpotensi terus meningkat.
"Beli tanah sekarang, pembangunannya nanti. Kalau bangun sekarang, tapi ditempati masih dua tahun lagi nanti rusak," jelas Aidil.
Senada, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan properti adalah investasi yang menggiurkan di ibu kota baru. Properti yang dimaksud khususnya rumah. "Ya pastinya properti, orang kan butuh tempat tinggal," ucap Eko.
Ia mengatakan investor dapat mulai membeli tanah dan membangunnya secara bertahap sekarang. Hal ini karena sudah ada kepastian mengenai proyek ibu kota baru. "Justru bisa langsung kerja sama dengan pemerintah," lanjut Eko.
2. Hotel dan Pariwisata
Selain itu, Eko mengatakan investasi di sektor perhotelan dan pariwisata juga cukup menjanjikan. Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota baru, di mana seluruh kegiatan pemerintah dilakukan di provinsi tersebut.
Berbagai pertemuan penting pemerintah tentu akan banyak dilakukan di Kalimantan Timur. Alhasil, banyak pihak yang akan sering mondar-mandir ke provinsi tersebut.
"Hotel akan bertumbuh pesat karena orang akan menginap, jarak kan jauh tapi ada yang harus melakukan kegiatan di sana, tapi tidak untuk tinggal," tutur Eko.
Selain perhotelan, investor juga dapat menggarap bisnis di sektor meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE). Sebab, pemerintah pasti akan melakukan banyak seminar atau pertemuan lain untuk urusan kenegaraan.
"Acara seminar itu juga butuh. Hal-hal itu cukup berkembang ke depannya nanti," kata Eko.
3. Sekolah
Eko menyarankan investor juga 'nyemplung' ke sektor pendidikan. Pasalnya, orang pemerintahan pasti akan membawa anak-anak mereka ke ibu kota baru. "Kalau bawa keluarga, anak pasti kan butuh sekolah misalnya," ungkap Eko.
Ia mengatakan pemerintah kemungkinan besar menyediakan sekolah negeri dari SD-SMA. Namun, jarang untuk level TK.
"Nah buat di situ, keluarga-keluarga yang kerja di sana tidak bingung dengan sekolah," terang Eko.
4. Hiburan
Di samping itu, masyarakat yang ingin berinvestasi di ibu kota baru juga bisa melirik sektor hiburan. Salah satunya bioskop. "Hiburan itu, bioskop juga bisa," kata Eko.
Selain itu, investor juga dapat membangun pusat perbelanjaan agar warga ibu kota baru nantinya tak bosan dengan rutinitas.
"Sekarang beli lahannya dulu sambil nunggu seberapa cepat pembangunan IKN. Kalau sudah setengah jadi, kan orang pada penasaran," jelas Eko.
Sementara, Aidil mengatakan investor juga dapat membangun restoran, tempat live music, dan tempat untuk 'ngopi'. Semua itu dibutuhkan agar PNS yang biasa hidup di Jakarta dapat merasakan sensasi yang sama di Kalimantan Timur.
"Mungkin kafe, restoran, live music, karaoke, warung padang, warung tegal (warteg), warung indomie. Jadi, PNS yang biasa hidup di Jakarta dengan segala macam kemudahan bisa didapat juga di Kalimantan Timur, tidak sama persis, tapi mirip," papar Aidil.
5. Minimarket Hingga Agen Gas
Selain itu, bisnis minimarket atau supermarket juga menarik. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap kebtuhan pokok juga akan meningkat seiring dengan migrasi ratusan ribu PNS ke Kalimantan Timur.
"Karena masyarakat yang tinggal di sana butuh itu, butuh untuk belanja sehari-hari," terang Aidil.
Kemudian, menjadi agen gas LPG juga berpotensi mendatangkan cuan. Pasalnya, LPG adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat, khususnya rumah tangga.
"Buka depo untuk gas misalnya, depo air bersih juga bisa lebih ke arah bisnis-bisnis," katanya.
Sepakat, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan mengatakan menjadi pedagang merupakan peluang investasi di ibu kota baru. Apalagi, pangsa pasar sudah jelas dan pasti dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.
"Bahkan peluang berdagang atau menjadi supplier untuk produk tertentu, misal bahan pokok," ucap Lusiana.
Namun, ia mengingatkan untuk tetap bijak dalam melihat peluang investasi di ibu kota baru. Kalau perlu, menunggu sampai ada kepastian kapan PNS pindah ke Kalimantan Timur. "Pantau berita perkembangan pembangunan di sana," jelas Lusiana.
Lusiana mengingatkan bahwa mayoritas jenis investasi di ibu kota baru sifatnya jangka menengah dan panjang. Dengan kata lain, jangan sekali-kali berharap untung dalam waktu singkat.
"Jika terkait investasi properti, untuk tujuan jangka panjang. Jika berbisnis juga untuk tujuan jangka menengah dan panjang," kata Lusiana.
Sementara, dari segi hitung-hitungan keuntungan, Eko mengatakan nominal dan persentase akan berbeda untuk masing-masing bisnis. Namun, tingkat keuntungannya berpotensi di atas deposito dan obligasi.**vol/fj
Berita Terkait :
- 7 Cara Mencegah Reinfeksi Covid-190
- Bunuh Wartawan, Bos Terkenal Ini Divonis Seumur Hidup0
- KKP Ingatkan Kewajiban Hulu Migas Wajib Bayar PNBP 0
- Terkait Dugaan Kartel, KPPU Mulai Panggil Produsen Minyak Goreng 0
- ACT Duri Buka Dompet Kemanusiaan BERSEDEKAH untuk Korban Banjir di Aceh0
_Black11.png)









