- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Wasit dan Juri Ikuti Briefing
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Panitia Pastikan Persiapan Matang
- Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LH, Siap Perkuat Kolaborasi Jaga Bumi
- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
Puluhan Siswa SD Hadir Di Stadion Dukung Atlet Indonesia

Semarang, VokalOnline.Com - Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Semarang hadir di Stadion Jatidiri Semarang, Senin, untuk memberikan dukungan kepada kontingen Indonesia yang tengah berlaga pada ASEAN Para Games 2022.
Selain di Solo, Semarang juga menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan APG 2022, yakni untuk cabang olahraga para-renang.
Siswa-siswa itu berasal dari berbagai SD di Semarang, antara lain SD Negeri Lamper Lor, SDN Wonodri, SDN Jomblang 03, SDN Ngesrep 02, SDN Peterongan, dan SDN Tinjomoyo 01 Semarang.
"Datang ke sini mendukung atlet Indonesia," kata siswa kelas VI SDN Tinjomoyo 01 Semarang M. Rasyid.
Bersama kawan-kawannya di bangku tribun penonton, Rasyid menyimak pertandingan sembari terkadang bercakap dengan kawan dan gurunya.
Rifqi Najmuddin Najib selaku guru olahraga SDN Tinjomoyo 01 Semarang menjelaskan bahwa sekolah memang mendapat arahan untuk mengajak siswa menonton pertandingan APG 2022.
"Karena kebetulan ada (pertandingan) yang di Semarang, kami diminta mengajak anak-anak menonton. Ada 12 siswa kami ajak, dari kelas V dan VI," katanya.
Tak sekadar mendukung kontingen, kata dia, siswa-siswa SD juga mendapat pemahaman mengenai nilai-nilai yang bisa diambil dari APG 2022 sebagai ajang pesta olahraga atlet difabel.
"Banyak nilai yang diambil, kesetaraan, rasa syukur. Kami sampaikan kepada anak-anak, atlet-atlet difabel ini dengan kondisi mereka saja bisa berprestasi bagi negara, apalagi kita (anak-anak)," kata Rifqi.
Senada, Yoga Giri RS selaku guru olahraga SDN Jomblang 03 Semarang juga menyampaikan pentingnya siswa SD diajak menonton APG 2022 untuk menumbuhkan empati dan semangat mereka untuk berprestasi.
"APG ini kan ajang olahraga untuk atlet-atlet berkebutuhan khusus. Anak-anak kami bekali dulu, apa itu berkebutuhan khusus, bagaimana menghormati, menghargai. Bagaimana kita harus bersyukur," kata Yoga.
Siswa-siswa SD hadir di Stadion Jatidiri Semarang, Senin, untuk memberikan dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga di ASEAN Para Games 2022. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Indonesia adalah tuan rumah pengganti pada APG 2022, setelah Vietnam memutuskan mundur. Pelaksanaannya digelar di dua kota, yakni Solo dan Semarang (khusus para-renang).
APG 2022 diikuti 11 negara, yakni Indonesia menurunkan 323 atlet, Thailand (303 atlet), Vietnam (119 atlet), Kamboja (112), Filipina (144), Malaysia (70), Myanmar (69), Singapura (37 atlet), Laos (37), Timor Leste (15 atlet), dan Brunei Darussalam dengan kontingen paling sedikit yakni 13 atlet.
Mereka akan bersaing dalam 14 cabang olahraga yakni, blind judo, para-atletik, para-renang, para-tenis meja, para-bulu tangkis, para-catur, bola voli duduk, CP Football, para-angkat berat, para-panahan, boccia, goalball, bola basket kursi roda, dan tenis kursi roda. **Fira
Berita Terkait :
- Persebaya Percayakan Ban Kapten Kepada Rizky Ridho Saat Hadapi Persita0
- Ketum PSSI Yakin Semakin Banyak Suporter Saksikan Timnas U-160
- ESI Riau Gelar Perlombaan Tiga Permainan Game Piala Gubri0
- Polresta Surakarta Perketat Pengamanan Jelang Pembukaan APG 20220
- Alasan Ronaldo Ingin Cabut dari MU Takut Rekornya Diambil Messi0
_Black11.png)









