- Konsolidasi Organisasi, Gardu Prabowo Riau Lantik Ketua Baru
- Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Riau, Perkuat Kebijakan SPMB Nasional
- DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Air Bawah Tanah
- Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelant
- FABEM-SM Indonesia Soroti Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ajak Publik Tetap Rasional
- Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, JMSI Riau Turut Latih 500 Prajurit
- GANNAS Jabar Dukung Wacana Pelarangan Vape Demi Lindungi Generasi Muda
- Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
- Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
- Pelaku Pencurian di Tempuling Dibekuk Polisi
RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu

Apel kesiapsiagaan karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi Provinsi Riau, terutama saat memasuki musim kemarau. Peristiwa karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kualitas udara di wilayah terdampak.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya tersebut, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menegaskan komitmennya dalam pencegahan karhutla melalui sistem kesiapsiagaan terpadu di wilayah operasional perusahaan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pemantauan, hingga kolaborasi dengan masyarakat di sekitar area operasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Fire Mineral Coordinator Fire and Aviation Department RAPP, Widi Santoso, didampingi Manager SHR RAPP Wijatmoko Rah Trisno, usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional 2026 di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3).
Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan status siaga darurat karhutla kepada lima kabupaten/kota di Provinsi Riau setelah meningkatnya jumlah titik panas dalam beberapa hari terakhir, yakni pada Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak, dan Kampar.
Menurut Widi, RAPP terus mendukung komitmen dan upaya pemerintah dan berbagai pihak dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Ia menambahkan, perusahaan juga telah menyiapkan berbagai sumber daya untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
“Jika terjadi kebakaran, tim kami siap melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Dukungan armada pemadam, helikopter pemantauan, serta berbagai peralatan pemadaman telah disiagakan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Lebih lanjut Widi menjelaskan, upaya pencegahan juga terus diperkuat melalui patroli rutin di lapangan serta pemantauan udara menggunakan teknologi drone. Selain itu, perusahaan secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada karyawan maupun masyarakat sekitar mengenai pentingnya mencegah pembakaran lahan.
Sebelumnya, pada kegiatan penandatanganan nota kesepahaman konservasi hutan yang melibatkan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Kampar Kiri dan Kelompok Tani Hutan (HKm) bersama RAPP, Direktur Utama RAPP, Mulia Nauli, menegaskan bahwa RAPP terus berkomitmen dalam menjaga hutan dan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Dalam operasionalnya perusahaan selalu berpegang pada prinsip dasar 5C, bahwa apa yang kami lakukan harus baik bagi masyarakat, baik bagi negara, baik bagi iklim, baik bagi pelanggan, dan baik pula bagi perusahaan. Lima prinsip ini adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” tegas Mulia.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan, perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah posko siaga di wilayah yang berpotensi rawan kebakaran serta melakukan pemantauan intensif terhadap potensi titik panas selama periode rawan karhutla.
Pendekatan terpadu dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) Group. Perusahaan secara berkala menetapkan periode rawan kebakaran guna memperkuat sistem pemantauan serta memastikan kesiapan tim operasional dalam melakukan pencegahan maupun penanganan dini terhadap potensi kebakaran.
Dalam upaya pencegahan jangka panjang, APRIL sejak 2014 menjalankan program Fire Free Village Program (FFVP) yang berfokus pada kolaborasi dengan masyarakat desa untuk mendorong pengelolaan lahan secara bertanggung jawab tanpa pembakaran.
Sudah lebih dari satu dekade, sejak dimulai pada tahun 2014 silam, program FFVP telah menjangkau puluhan desa dengan cakupan wilayah ratusan ribu hektare dan berkontribusi dalam menurunkan insiden karhutla secara signifikan di wilayah pendampingan.
Untuk mendukung upaya tersebut, perusahaan juga menyiagakan berbagai sarana dan prasarana pemadaman, antara lain helikopter pemantauan, kendaraan patroli, pompa air, serta jaringan pemantauan yang dilengkapi kamera pengawas di sejumlah titik strategis.
Selain itu, RAPP juga mengoperasikan Fire Coordination Centre yang berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan dan penanggulangan kebakaran secara terintegrasi. Sistem ini didukung oleh ratusan personel pemadam kebakaran profesional serta ribuan relawan desa yang siap membantu upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Melalui berbagai langkah tersebut, RAPP menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, pemegang konsesi lain, serta masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.(**)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









