- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
- Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat
- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Ratusan Polisi Sasar Pengemudi tak Patuhi Prokes
Operasi Patuh Lancang Kuning

Personel Polda Riau yang diturunkan untuk melaksanakan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021. Syukur
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Polda Riau mengerahkan 850 personel melaksanakan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021. Dimulai sejak 20 September hingga 3 Oktober nanti, kegiatan ini tidak hanya menertibkan masyarakat dalam berlalu lintas tapi juga disiplin protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.
Kepala Polda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi melepas ratusan personel ini di halaman Mapolda, Senin pagi, 20 September 2021. Operasi ini serentak digelar di seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Agung menjelaskan, Operasi Patuh tahun ini tidak hanya mewujudkan keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Namun juga penegakan protokol kesehatan agar Covid-19 di Riau tidak melonjak lagi.
"Sasarannya adalah semua bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19, masyarakat tidak patuh protokol kesehatan dan masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas," tegas Agung.
Agung menyatakan, penindakan terhadap masyarakat tidak memakai masker ataupun kerumunan dilakukan secara humanis. Petugas diminta mengedepankan edukasi, preemtif dan preventif.
"Hindari tindakan pungli dan lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat," pesan Agung.
Sebelumnya, Agung menyatakan kerisauannya terkait penyebaran Covid-19 di Riau meskipun saat ini sudah landai dan berada pada zona oranye hingga zona kuning.
Kerisauan ini melihat mulai tingginya mobilitas masyarakat dengan turunnya level 4 Pekanbaru dan daerah lainnya menjadi PPKM level 3.
"Menghimbau masyarakat jangan euforia, mobilitas harus dibatasi," ucap Agung.
Di sisi lain, kerisauan ini juga terjadi karena capaian vaksinasi di Riau belum terpenuhi. Target herd immunity yaitu 70 persen warga sudah mendapatkan vaksin dari total penduduk Riau belum tercapai.
"Ini perlu ditingkatkan lagi agar masyarakat aman dan terhindar dari Covid-19," tegas Agung.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Komisaris Besar Firman Darmansyah mengatakan target yang ingin dicapai memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya kerumuman masyarakat.
"Kemudian menurunkan level PPKM di wilayah hukum Polda Riau," katanya. (syu)
Berita Terkait :
- Pungut Biaya Rapid Tes yang Seharusnya Gratis0
- Bank BJB Raih Pengelolaan LHKPN dan Finalis UPG Terbaik0
- BBKSDA Riau Obati Gajah Sakit dari Giam Siak Kecil0
- Warga Gugat Wali Kota Pekanbaru ke Pengadilan0
- Jaksa Berhak Minta Hakim Tetapkan Pendana Sebagai Tersangka0
_Black11.png)









