- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Refleksi HUT ke-17 Meranti: Pejuang Ingatkan Jangan Terjebak Seremonial

Meranti, VokalOnline.Com - Ketua Dewan Penasihat KKBPKM menyampaikan refleksi kritis pada peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (19/12/2025).
Selain itu, Dalam pidatonya, ia mengingatkan pemerintah daerah dan DPRD agar tidak terjebak dalam euforia seremonial, melainkan menjadikan momentum hari jadi sebagai titik balik evaluasi pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil.
Pidato tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Wakil Bupati Datuk Seri Muzamil Baharudin, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta para pejuang pemekaran.
Ketua Dewan Penasihat KKBPKM menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti lahir dari perjuangan panjang berbagai simpul pergerakan, mulai dari Jakarta , Pekanbaru,Batam, Karimun, Bengkalis, Tanjung Pinang, hingga Selatpanjang yang menjadi basis utama perjuangan dan kini berstatus sebagai ibu kota kabupaten.
Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada para pejuang, termasuk para porter pelabuhan dan masyarakat kecil yang turut merasakan pahitnya perjuangan pemekaran daerah.
“Usia 17 tahun adalah simbol kematangan. Namun kematangan itu harus dibuktikan dengan keberpihakan nyata kepada rakyat, terutama mereka yang masih berjuang keluar dari kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Menurutnya, masih adanya ketimpangan pembangunan dan persoalan ekonomi yang menekan masyarakat akar rumput menjadi tanda bahwa cita-cita awal pemekaran untuk mensejahterakan rakyat belum sepenuhnya terwujud.
Ia menekankan bahwa kekuasaan yang diemban oleh para pemimpin daerah saat ini merupakan amanah dari keringat dan air mata para pejuang Meranti.
Oleh karena itu, peringatan hari jadi tidak boleh sekadar menjadi rutinitas tahunan tanpa evaluasi mendasar.
“Mari kita ubah kritik menjadi energi untuk bekerja lebih nyata. Jangan hanya merayakan usia, tetapi rayakan kinerja,” tegasnya.
Di akhir pidato, Ketua Dewan Penasihat KKBPKM mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan dengan ketulusan dan kerja nyata demi kemaslahatan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ia berharap, Peringatan Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti tahun ini mengusung semangat Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera, sebagai harapan bersama menuju daerah yang maju dan bermartabat.(bom)
Berita Terkait :
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
_Black11.png)









