- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Rokok Murah Banjiri Pasar

VokalOnline.Com- Rokok murah mulai membanjiri pasar di tengah sinyal kenaikan cukai rokok dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2023.
Tak hanya dari golongan kretek, rokok murah ini juga diproduksi oleh pabrikan kelas kakap.
Berdasarkan pantauan VokalOnline.Com di Pasar Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, berikut beberapa merek rokok murah yang tersedia pada Selasa (1/11):
1. Terbit (Rp7.000 per bungkus)
2. Marlboro Crafted Authentic (Rp9.000 per bungkus)
3. Minyak Djinggo (Rp9.000 per bungkus)
4. Diablo (Rp8.000-Rp9.000 per bungkus)
5. Aroma Slim (Rp11 ribu per bungkus)
6. City Lite (Rp14 ribu-Rp16 ribu per bungkus)
"City Lite ini baru, dari produsen besar. Harga ya sekitar segitu kami jual Rp14 ribu-Rp16 ribu per bungkus," kata Okip selaku pemilik toko rokok.
"Kretek paling murah Terbit, Rp7.000 (per bungkus)," kata pemilik toko rokok lain, Ivan.
Terlepas dari beberapa rokok murah yang membanjiri pasar, Kemenkeu mengisyaratkan kenaikan cukai rokok tahun depan bisa tembus di atas 12 persen. Tahun ini, cukai rokok naik 12 persen berkaca pada pertumbuhan ekonomi 2021 lalu yang hanya 3,69 persen.
Imbasnya, harga jual eceran (HJE) rokok bakal naik. Khusus tahun ini, HJE bahkan sudah naik 35 persen.
Rencana ini menuai berbagai penolakan dari sejumlah pengusaha dan ekosistem tembakau. Kekhawatiran yang muncul adalah, tenaga kerja, kesehatan, dan kemunculan rokok ilegal.**Syafira
Berita Terkait :
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
- Harga Emas Terjun Bebas ke Rp936 Ribu per Gram0
- Harga Pertamax Turbo Turun Harga Solar Non-Subsidi Naik0
- Parit Pembuangan Tidak Mampu Menampung Debit Air Hujan, Banjir di Jalan Pemda Meluas0
- Satgas TMMD Ke - 115 Gesa Pemasangan Papan Mal Pembatasan Jembatan0
_Black11.png)









