- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Diserang Preman

Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Rumah dinas Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho, mendadak ramai didatangi polisi pada Senin malam, 29 November 2021. Sebelumnya, rumah politisi Demokrat di Jalan Sumatra itu didatangi 10 orang diduga preman yang membuat keributan.
Pantauan di lokasi, polisi berseragam dinas dan pakaian sipil, baik itu dari Polda Riau ataupun Polresta Pekanbaru datang ke rumah Agung Nugroho. Tak jauh dari pagar, mantan pebalap nasional itu berbincang serius dengan sejumlah polisi.
Tak lama berselang, Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris Pria Budi datang. Perwira menengah ini langsung masuk menemui dan berbincang dengan Agung Nugroho.
Beberapa menit kemudian, Agung meninggalkan rumah menaiki sebuah mobil yang sudah menunggu di luar pagar.
"Ini mau ke Polda Riau melaporkan, " kata Agung kepada wartawan.
Sebelumnya Agung menjelaskan, setelah Salat Isya memang ada keributan di rumahnya karena ulah 10 pria diduga preman tadi.
"Saya baru pulang dari masjid lalu main sama anak, tiba-tiba ada 10 orang berbadan besar, preman, ribut di rumah saya," jelas Agung.
Orang-orang tadi ketika datang, cerita Agung, langsung menggedor-gedor pagar dan ribut dengan sekuriti yang menjaga rumah dinas tersebut. Sempat pula terjadi perkelahian.
"Ada kontak fisik, mereka bilang mana Agung, mana Agung," ingat Agung.
Orang-orang tadi juga berteriak agar Agung keluar. Hal ini membuat anak-anak Agung yang mendengarkan teriakan tadi ketakutan, begitu juga dengan keluarganya.
"Yang jelas anak-anak takut di dalam," jelas mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Pekanbaru ini.
Agung mengaku tahu siapa pihak yang membuat keributan di rumahnya itu karena sudah memprediksi akan kejadian ini. Dia juga mengenal para pelaku termasuk apa yang menjadi motif terjadinya keributan.
"Saya sudah tahu apa tapi nanti saja saya ceritakan di Polda karena mereka menyebutkan identitasnya," jelas Agung.
Sementara itu, Komisaris Besar Pria Budi menyiagakan sejumlah anggotanya usai keributan di lokasi. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada kejadian serupa.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pak agung untuk mencari tahu siapa (pelaku)," ucap Budi.
Pria menyatakan tengah mencari siapa saja 10 orang yang membuat keributan di rumah Agung.
"Selain standby di rumah ini, kami juga cari pelakunya," tegas Pria. (syu)
Berita Terkait :
- Bupati Afrizal Sintong Terima Penghargaan Khusus dari KI0
- Amanda Juara 3 Pemilihan Puteri Belia Indonesia0
- Ratusan Brimob Dikerahkan Buru Pembalak Rimbang Baling0
- Polres Meranti Gagalkan Penyelundupan Ribuan Kayu ke Malaysia0
- Kejati Riau Pastikan Pengusutan Korupsi Bansos Siak Jalan Terus0
_Black11.png)









