- Agrinas Palma Nusantara Bantu 110 Anak Stunting di Rokan Hulu, Salurkan Susu dan Vitamin
- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
Rupiah Keok Sendirian ke Rp14.370 Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah melemah 0,07 persen ke level Rp14.370 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/3).
Jakarta, VokalOnline.Com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.370 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (29/3) sore. Mata uang Garuda ini melemah 10,5 poin atau minus 0,07 persen dari sebelumnya, yakni Rp14.360 per dolar AS.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp14.364 per dolar AS sore ini. Angkanya menurun dari posisi kemarin yang sebesar Rp14.360 per dolar AS. dilansir dari cnn indonesia.
Lalu, mayoritas mata uang di Asia tampak perkasa sore ini. Terpantau yen Jepang menguat 0,22 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, won Korea Selatan menguat 0,63 persen, Thailand menguat 0,17 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, dan rupee India menguat 0,1 persen.
Namun, yuan China melemah 0,01 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,02 persen. Senada, mayoritas mata uang di negara maju juga menghijau. Terpantau, dolar Kanada menguat 0,1 persen, poundsterling Inggris menguat 0,02 persen, dolar Australia menguat 0,01 persen, dan euro Eropa menguat 0,09 persen. Hanya franc Swiss yang melemah 0,17 persen
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang karena ada harapan dari pasar bahwa perang Rusia-Ukraina akan berakhir dari pembicaraan dua negara malam ini.
"Ukraina mengatakan bahwa tujuan utama pada pembicaraan itu adalah untuk mengamankan gencatan senjata untuk pertempuran yang dipicu invasi Rusia," kata Ibrahim dalam risetnya.
Sementara, rupiah tampak melemah di tengah penguatan sebagian besar mata uang di Asia dan Eropa. Menurut Ibrahim, pasar masih memantau data ekonomi RI.
"Pasar terus memantau data ekonomi Indonesia setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pendapatan negara naik 37 persen per Februari 2022," ucap Ibrahim.
Penerimaan negara selanjutnya, tambah Ibrahim, akan didukung oleh implementasi Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Salah satunya kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.**vol/jn
Berita Terkait :
- Daftar Harga Minyak Goreng Terbaru di Alfamart dan Indomaret0
- Kartu Prakerja Gelombang 25 Dibuka, Pendaftaran Mulai Hari Ini0
- Pemerintah Buka Suara Soal Opsi Patungan Warga untuk IKN0
- Suara Melenial Memandang Politik Kekinian0
- Usai Marah, Jokowi Perintahkan Duit APBN-APBD Dibelanjakan Produk RI0
_Black11.png)








