- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Rupiah Tertekan ke Rp15.645 Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik

VokalOnline.Com- Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.645 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (1/11) pagi. Mata uang Garuda melemah 47,5 poin atau minus 0,3 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand menguat 0,19 persen, yen Jepang menguat 0,26 persen, dan dolar Singapura menguat 0,15 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan melemah 0,01 persen, yuan China minus 0,13 persen, peso Filipina minus 0,23 persen, rupee India minus 0,36 persen, dan dolar Hong Kong stagnan.
Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,21 persen, franc Swiss 0,09 persen, dan euro Eropa 0,13 persen, dolar Kanada 0,15 persen, dan dolar Australia menguat 0,33 persen.
Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS pada hari ini.
Rupiah tertekan oleh penguatan imbal hasil obligasi AS yang naik karena pasar memproyeksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
Selain itu, data inflasi RI Oktober yang akan dirilis hari ini diperkirakan datar. Lukman menyebut hal tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI.
"Hal ini semakin membuat rupiah kurang menarik dibandingkan dolar AS," ujarnya kepada VokalOnline.Com
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 sampai Rp15.650 per dolar AS pada hari ini.**Syafira
Berita Terkait :
- Viral Uang Kuno Rp20 Ribu Indonesia di India0
- Rokok Murah Banjiri Pasar0
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
- Harga Emas Terjun Bebas ke Rp936 Ribu per Gram0
- Harga Pertamax Turbo Turun Harga Solar Non-Subsidi Naik0
_Black11.png)









