- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Rupiah Tertekan ke Rp15.645 Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik

VokalOnline.Com- Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.645 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (1/11) pagi. Mata uang Garuda melemah 47,5 poin atau minus 0,3 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand menguat 0,19 persen, yen Jepang menguat 0,26 persen, dan dolar Singapura menguat 0,15 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan melemah 0,01 persen, yuan China minus 0,13 persen, peso Filipina minus 0,23 persen, rupee India minus 0,36 persen, dan dolar Hong Kong stagnan.
Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,21 persen, franc Swiss 0,09 persen, dan euro Eropa 0,13 persen, dolar Kanada 0,15 persen, dan dolar Australia menguat 0,33 persen.
Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS pada hari ini.
Rupiah tertekan oleh penguatan imbal hasil obligasi AS yang naik karena pasar memproyeksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
Selain itu, data inflasi RI Oktober yang akan dirilis hari ini diperkirakan datar. Lukman menyebut hal tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI.
"Hal ini semakin membuat rupiah kurang menarik dibandingkan dolar AS," ujarnya kepada VokalOnline.Com
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 sampai Rp15.650 per dolar AS pada hari ini.**Syafira
Berita Terkait :
- Viral Uang Kuno Rp20 Ribu Indonesia di India0
- Rokok Murah Banjiri Pasar0
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
- Harga Emas Terjun Bebas ke Rp936 Ribu per Gram0
- Harga Pertamax Turbo Turun Harga Solar Non-Subsidi Naik0
_Black11.png)








