- Bhabinkamtibmas Desa Sencalang Sambangi Lahan Kacang Panjang Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Kebun Cabai Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Polsek Enok Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Tanaman Produktif
- Polsek Enok Rutin Motivasi dan Kawal Tanaman Warga: Cabai dan Serai Tumbuh Subur
- JMSI Riau Anugerahi PIN EMAS ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Siap Hadir
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
Rupiah Tertekan ke Rp15.645 Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik

VokalOnline.Com- Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.645 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (1/11) pagi. Mata uang Garuda melemah 47,5 poin atau minus 0,3 persen dari posisi sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand menguat 0,19 persen, yen Jepang menguat 0,26 persen, dan dolar Singapura menguat 0,15 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan melemah 0,01 persen, yuan China minus 0,13 persen, peso Filipina minus 0,23 persen, rupee India minus 0,36 persen, dan dolar Hong Kong stagnan.
Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,21 persen, franc Swiss 0,09 persen, dan euro Eropa 0,13 persen, dolar Kanada 0,15 persen, dan dolar Australia menguat 0,33 persen.
Senior Analis DCFX Lukman Leong memproyeksi rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS pada hari ini.
Rupiah tertekan oleh penguatan imbal hasil obligasi AS yang naik karena pasar memproyeksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
Selain itu, data inflasi RI Oktober yang akan dirilis hari ini diperkirakan datar. Lukman menyebut hal tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI.
"Hal ini semakin membuat rupiah kurang menarik dibandingkan dolar AS," ujarnya kepada VokalOnline.Com
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 sampai Rp15.650 per dolar AS pada hari ini.**Syafira
Berita Terkait :
- Viral Uang Kuno Rp20 Ribu Indonesia di India0
- Rokok Murah Banjiri Pasar0
- Pemerintah Perpanjang Gratis Pungutan Ekspor Sawit Sampai Desember0
- Harga Emas Terjun Bebas ke Rp936 Ribu per Gram0
- Harga Pertamax Turbo Turun Harga Solar Non-Subsidi Naik0
_Black11.png)









