- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Rusia Klaim 150 Tentara Ukraina Menyerah usai Digempur
.jpg)
Rusia mengklaim bahwa lebih dari 150 pasukan Ukraina menyerah di tengah gempuran sejak Kamis (24/2). (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, VokalOnline.Com - Rusia mengklaim bahwa lebih dari 150 pasukan Ukraina menyerah di tengah gempuran sejak Kamis (24/2). Mereka juga mengklaim berhasil melumpuhkan 118 fasilitas militer Ukraina.
"Selama pertarungan, lebih dari 150 prajurit dari berbagai struktur kekuasaan Ukraina meletakkan senjata dan menyerah," ujar Konashenkov, sebagaimana dikutip media Rusia, RIA Novosti, pada Jumat (25/2). Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa di wilayah Pulau Ular, tercatat 82 prajurit menyerah.
"Mereka secara sukarela menyerah kepada Angkatan Bersenjata Rusia," ucap dia.
Sebagaimana dilansir The New York Times, Konashenkov juga menyatakan Rusia berhasil melumpuhkan 118 fasilitas militer Ukraina, di antaranya 11 pangkalan udara dan 11 sistem rudal.
Ukraina dibombardir Rusia setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Donbas, wilayah Ukraina Timur yang dikuasai kelompok separatis.
Namun kemudian, pasukan menyerang Ukraina melalui tiga sisi, yakni dari Belarus di utara, perbatasan Rusia di timur, dan Crimea di selatan.
Pasukan Moskow juga telah bergerak ke hampir seluruh kota strategis di Ukraina. Mereka telah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl, Pulau Ular, dan sejumlah wilayah lain. Kini, mereka dilaporkan semakin dekat ke pusat ibu kota.
Sementara itu, menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pasukan Kiev akan berusaha semaksimal mungkin untuk melawan Rusia dan melindungi warga sipil. Ia juga mengatakan akan terus bertahan di Ukraina.
Pertempuran antara pasukan Rusia-Ukraina terus berkobar hingga sekarang dan menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, menurut data pemerintah Ukraina, 137 orang tewas.**vol/jn
Berita Terkait :
- Pasukan Rusia Dekati Kiev dari 2 Sisi, Ibu Kota Ukraina Kian Terkepung0
- Prancis desak warganya segera tinggalkan Ukraina0
- Ribuan Mobil Harga Miliaran Terjebak di Kebakaran Kapal Kargo0
- Jokowi Dorong Sinergi dan Kolaborasi G20 Hadapi Ketidakpastian Global0
- Prabowo Gugat Balik 2 Perusahaan Asing soal Denda Sewa Satelit0
_Black11.png)









