- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi

VokalOnline.Com-- Rusia menyerukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan berlangsung pada 15-16 November mendatang setop membahas masalah keamanan dan fokus pada masalah inti yakni ekonomi dan sosial.
Menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (14/11) menjelang KTT G20, Moskow menganggap masalah ekonomi dan sosial menjadi yang paling mendesak bagi dunia saat ini. Hal itu diungkapkan Rusia kala pemerintahan Presiden Vladimir Putin terus dikecam soal invasinya ke Ukraina.
"Pada dasarnya penting bahwa G20 itu memusatkan upayanya pada ancaman nyata, bukan ancaman mengada-ngada," bunyi pernyataan Kemlu Rusia
"Kami yakin bahwa G20 digelar untuk menangani masalah sosial-ekonomi. Memperluas agendanya ke bidang perdamaian dan keamanan, uang dibicarakan banyak negara, tidak dapat dilakukan."
Menurut Moskow, pembahasan agenda lain selain kerja sama ekonomi-sosial menjadi pelanggaran langsung terhadap mandat Dewan Keamanan PBB dan akan merusak atmosfer kepercayaan dan kerja sama di antara negara G20.
Sebagai diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan hadir dalam KTT G20 di Bali 15-16 November besok karena alasan urusan dalam negeri.
Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang akan memimpin delegasi Rusia dalam KTT G20. Lavrov sendiri sudah tiba di Bali pada Minggu (13/11).
Rusia terus menjadi sorotan dalam G20 setelah melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.
Sejak itu, negara Barat termasuk Amerika Serikat Cs terus mendesak Rusia agar diisolasi dari dunia internasional termasuk G20.
Sejumlah anggota G20 seperti AS, Australia, dan Inggris juga sempat meminta Indonesia, yang menjadi tuan rumah KTT tahun ini, agar tidak mengundang delegasi Rusia hadir.
Namun, Indonesia menegaskan tetap akan mengundang seluruh anggota G20 termasuk Rusia.**Syafira
Berita Terkait :
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
- Erdogan Murka Ledakan Tewaskan 6 Orang di Istanbul: Ada Bau Teror0
- Daftar 17 Kepala Negara yang Hadir KTT G20 di Bali0
- Rudal Hipersonik Iran Bisa Tembus Iron Dome, Israel Makin Ketar-ketir0
- AS Bocorkan Rencana Rusia Uji Coba Torpedo Nuklir0
_Black11.png)









