- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Santri di Siak Nikmati Program Bupati Goes to School
Infotorial Pemkab Siak

Bupati Kabupaten Siak Alfedri menyerahkan KTP kepada santri dalam Program Bupati Goes to School.
SIAK, VokalOnline.Com - Program Bupati Goes to School tak hanya menyasar ke satuan pendidikan tingkat SMA/SMK saja, bahkan program ini juga masuk ke Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Siak.
Bupati Goes to School merupakan program teranyar Bupati Siak Alfedri yang bertujuan untuk memberi kemudahan pelayanan administrasi kependudukan bagi pelajar berusia 17 tahun untuk melakukan perekaman atau pembuatan e-KTP di sekolah-sekolah.
Dalam kegiatan itu, bupati melibatkan langsung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melayani perekaman dan pembuatan e-KTP secara gratis.
Setelah menyambangi beberapa sekolah, Bupati Alfedri bersama Disdukcapil membuka layanan ke Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Lil-Muqorrobien Al-Islami di Kampung Gabung Makmur, Kecamatan Kerinci Kanan. Ini menjadi agenda perdana ke Ponpes di Siak.
"Kebetulan kegiatan ini bertepatan dengan pelepasan santri Ponpes untuk kelas 6, 9 dan 12. Jadi kita harap dalam program ini semua pelajar yang usianya masuk 17 tahun apapun satuan pendidikannya sudah memiliki E-KTP. Ini upaya kita pemerintah untuk lebih mendekatkan layanan khususnya administrasi kependudukan ke masyarakat," kata Alfedri, Senin (3/6/2024).
Dengan sistem jemput bola, Alfedri ingin pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat terkait pelayanan publik. Sebab hal itu juga menjadi salah satu visi-misinya dalam rangka membangun kabupaten Siak.
"Kita juga memiliki program Bujang Kampung, saya dan wakil bupati bekerja satu hari di kampung, kita bawa OPD yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat. Kita tampung aspirasi masyarakat dan kita beri solusi kepada masyarakat," katanya, dilansir Cakaplah.com.
Dalam kegiatan itu, Kepala Disdukcapil Siak Hasmizal mengatakan proses perekaman e-KTP tidak hanya untuk santri usia 17 tahun saja, bahkan umur 16 tahun juga ikut melakukan perekaman, namun tidak dibarengi dengan percetakan KTP.
"Ini kita lakukan supaya anak-anak usia 16 tahun jika sudah genap berusia 17 tahun tidak perlu lagi perekaman, langsung dilakukan pencetakan KTP nantinya. Sifatnya masih pendataan, sebab untuk santri ini sulit keluar Ponpes untuk mengurus administrasinya, apalagi kalau harus ke kantor dinas," kata Hasmizal.
Sedangkan santri yang sudah berumur 17 tahun, Disdukcapil Siak langsung melakukan perekaman dan pencetakan baru e-KTP.
Hasmizal mengatakan, anak-anak begitu antusias dengan kedatangan Bupati dan Disdukcapil saat pembukaan Goes to School di sana, bahkan wali santri yang hadir dalam acara pelepasan santri juga ikut menikmati layanan administrasi kependudukan tersebut.
"Ada wali santri yang melakukan perekaman dan pencetakan kita tetap layani. Tujuan kita bagaimana masyarakat Siak ini memiliki data diri," katanya. (inf)
Berita Terkait :
_Black11.png)









