- Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan, Aiptu Untung Rutin Cek Perkembangan Bank Pohon
- Polsek GAS Perkuat Sinergi dengan Petani Jagung Rambaian Demi Ketahanan Pangan
- Polsek GAS Dukung SMU IT Teluk Sungka Kelola Kebun Ketahanan Pangan
- Pancawaskita Mitra Agrinas Jalin Kebersamaan dengan Talang Mamak melalui Program Sosial
- AIPDA Ronal Soadoan Apresiasi Warga Tanam Sayur, Kunyit, dan Serai di Halaman Rumah
- Polsek Keritang Beri Motivasi BUMDes Rasau Kuning, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
- Briptu Pirima Edukasi Warga Tuasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan
- Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional dan Ziarah Nasional
- Khidmat dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks
- Bersama JMSI Inhu, Agrinas Palma Nusantara dan Pemda Inhu Kurban 2 Sapi
SHB Minta sekitar Rp800 Juta Janji Bisa Loloskan Masuk Polisi
Dilaporkan ke Propam Polda Riau

Korban dugaan penipuan oleh SHB melapor ke Propam Polda Riau.
Mandau, VokalOnline.Com - Adanya indikasi dugaan penipuan oleh salah seorang oknum Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Basri resmi melaporkan SHB ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau. Basri membuat laporan tersebut karena sudah dirugikan sekitar Rp800 juta oleh SHB.
SHB berjanji bisa membantu anak Basri pada rekrutmen masuk TNI dan Polri Tahun ajaran 2022 - 2024, namun hingga kini anaknya belum juga menjadi anggota Polri. Polda Riau telah membalas surat laporan Basri tersebut dan segera akan ditindaklanjuti. Polda Riau menyampaikan surat balasan kepada Basri itu pada tanggal 31 Oktober yang lalu. Sampai kini Basri masih menunggu tindakan dari Polda Riau kepada yang bersangkutan.
" Laporan saya sudah di balas oleh Polda Riau tapi sampai sekarang masih menunggu kejelasan mengenai laporan penggelapan uang saya oleh SHB itu. Saya berharap kepada pak Kapolda Riau untuk bisa memberi sanksi kepada Kepala SPN Polda Riau ini, sehingga uang saya dapat dibayarkan, " katanya, Selasa (26/11/2024).

Foto surat balasan laporan Basri dari Polda Riau.
Basri menyebutkan, uang tersebut diberikannya melalui transaksi bank ke rekening istri Kepala SPN Polda Riau tersebut. "Ada juga uang yang di jemputnya langsung ke rumah saya di Duri, Kabupaten Bengkalis. Buktinya lengkap sama saya," sambung Basri.
Dijelaskannya, karena anaknya tidak lulus juga, oknum Kombes Polisi tersebut berjanji akan memulangkan uang yang telah diambil dia dan istrinya.
Sejauh ini, sambung Basri, uang Rp800 juta tersebut, sudah dikembalikan sebanyak Rp50 juta oleh Oknum Kombes tersebut, sisanya, masih dijanji-janjikan.
Basri menceritakan, dia ingin menjadikan anaknya anggota Polri berawal dari pertemuannya di rumah seorang kerabat di Desa Batin Salopan, Sidomulyo, Duri, Bengkalis.
"Saat itu saya ditawari oleh kerabat untuk menjadikan anak saya polisi melalui temannya, Kepala SPN Riau, Kombes Polisi SHB. Setelah itulah oknum Kepala SPN minta uang kepada saya dengan jumlah yang bervariasi sejak saya dikenalkan dengannya," ujar Basri.
Di tempat terpisah, Kepala SPN Polda Riau, yang dihubungi media ini mengatakan, ini adalah persoalan keluarga dan segera akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan pula. "Kita akan selesaikan secara baik-baik, apapula dilaporkan ke Polda Riau," katanya. (redaksi)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









