- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
SIARAN PERS Azyumardi Azra: Dewan Pers akan Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Ketua Dewan Pers, Azymardi Azra memberikan sambutan dalam seminar Jurnalisme Berkualitas & Tantangan Komunikasi Publik Dewan Pers, di Hall Dewan Pers pada Jumat (3/6).
Jakarta, VokalOnline.Com -Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra, menegaskan peran Dewan Persterhadap kekuasaan. Dewan Pers diharapkan bisa bersikap kritis pada pemerintah.
"DewanPers itu mitra pemerintah. Kita ingin Dewan Pers bisa menjadi mitra krtitis," kata Prof Azrayang menjadi pembicara kunci dalam seminar di Hall Dewan Pers Jakarta, Jumat (3/6). Seminar ini dihadiri oleh para praktisi humas/public relation Rembuk (PR Rembuk) yangdipimpin oleh Maria Wongsonegoro.
Menurut Prof Azra, pers perlu mendukung kebijakan positif dari pemerintah. Namun jikadirasakan ada kebijakan pemerintah yang tidak tepat, kewajiban bagi pers untuk memberimasukan.
Ia menambahkan, Dewan Pers tidak mungkin bisa sendirian untuk memberi kritikatau masukan pada pemerintah. Bagaimanapun, itu perlu kerja sama banyak pihak.
Denganbegitu, perbaikan kondisi bangsa akan lebih bisa terlaksana.SIARAN PERSProf Azyumardi Azra: Dewan Pers akan Jadi Mitra Kritis PemerintahMantan rektor Universita IslamNegeri itu mengaku prihatinatas banyaknya media abalabal saat ini.
"Medianya abalabal, penulis abal-abal,terkadang isinya juga abalabal. Ini yang membuat repotbanyak pihak," ujarnya.Jurnalisme, papar Prof Azra,haruslah berkualitas.
Denganbegitu, maka beritanya akankredibel dan akuntabel ataudapat dipertanggungjawabkan.(dari kiri) Pendiri PR Rembuk, Maria Wongsonagoro, Anggota Dewan Pers, AmonoWikan dan Atmaji Sapto Anggoro menjadi nara sumber dalam seminar Jurnalisme Anggota Dewan Pers, AsmonoBerkualitas & Tantangan Komunikasi Publik Dewan Pers Tenaga yang diWikan, yang menjadimoderatori oleh Ahli Dewan Pers, Shanti Ruwyastuti pada Jumat (3/6/2022) di HallDewan Pers, Jakarta.
Pembicara menjelaskan semakin banyak sengketa pers atau pemberitaan yang diadukanke Dewan Pers, maka hal itu menunjukkan keberhasilan eksistensi lembaga tersebut.
"Artinya, publik mengakui keberadaan Dewan Pers," ungkapnya. Ia mengutarakan, saat initak kurang dari 47 ribu media ada di Indonesia, baik yang profesional maupun yang abalabal. Dari jumlah itu, 43 ribu diantaranya media daring.
Untuk itu, ia berpesan agarmasyarakat memahami keberadaanatau kualitas media yang ada. "Jikapublik sudah tahu media yang tidakberkualitas, ya beritanya tidak usahdipercaya. Masih banyak publik yangpercaya pada media yang tidakkredibel," kata dia.
Anggota Dewan Pers lainnya, ASapto Anggoro, dalam seminartersebut menuturkan, kalau adamedia yang melakukan kritik padaFoto bersama usai seminar Jurnalisme Berkualitas & Tantanganpemerintah, itu bukan bentukKomunikasi Publik Dewan Pers pada Jumat (3/6/2022) di Hall Dewan Pers,keusilan.
"Kritik itu dilakukan persJakarta.dalam rangka menjalankan UU nomor 40/1999 tentang Pers. Tugas Dewan Pers itu antaralain memang memberikan informasi, pendidikan, kontrol sosial, dan hiburan," paparnya.
Dewan Pers, kata Sapto, juga berkepentingan mengembangkan kemerdekaan pers danmeningkatkan kehidupan pers yang independen.SIARAN PERSProf Azyumardi Azra: Dewan Pers akan Jadi Mitra Kritis PemerintahPers yang independen akan melahirkan informasi yang berkualitas.
"Berita yang dihasilkanpers yang independen bisa membendung berita atau informasi hoaks yang kini banyakdihasilkan media yang tidak jelas. Informasi hoaks itu bisa berpotensi merusak tatanankehidupan masyarakat," paparnya.
Saat ini Dewan Pers, kata Sapto, sedang berpacu untuk menjalankan beberapa programpenting. Hal itu antara lain survei indeks kemerdekaan pers, pendataan dan verifikasiperusahaan pers, pelatihan jurnalistik dan uji kompetensi wartawan, serta penyelesaiansengketa pers. **Fira
Berita Terkait :
- 5 Makanan Yang Membantu Berhenti Merokok0
- Waspada! Sama dengan Rokok Konvensional, Vape Juga Memicu Kanker0
- Ridwan Kamil Pulang ke RI, Perwakilan Keluarga Lanjut Pantau Pencarian Eril ko0
- Bendahara PBNU : Ini Persoalan Saya Dengan Haji Isam0
- Mobil Listrik Bukan Satu-Satunya Cara Untuk Penuhi Target Emisi CO20
_Black11.png)









